Tak Semua Bisa Dilogika

“Saya menikah hanya bermodal katok. Hanya itu yang bisa saya beli dengan uang saya sendiri. Sarung, Baju dan Peci yang saya gunakan ketika akad nikah, semuanya adalah pinjaman. Bahkan, mas kawin yang saya persembahkan untuk istri saya hanya uang 20 ribu hasil pemberian orang di pasar” (cerita cak dul, sopir taxi yang mengantarku ke bandara…Lainnya

Bersabar, Kekuatan tersembunyiku (3-habis)

Langit kelam, kelam menembus relung hatiku. Selalu saja terasa berat bertemu dengan yang namanya perpisahan ini, hari hari berjalan cepat, terasa cepat sekali. ¬†Walau perpisahan adalah sunnatullah, walau ia telah diciptakan mendampingi Pertemuan. Walau semua orang tahu bahwa setiap pertemuan selalu dan pasti akan diikuti dengan perpisahan. Rasanya tetap berat, berat.¬†Berpisah dengan keluarga di kotaraja,…Lainnya

Bersabar, Kekuatan tersembunyiku (2)

Hari itu, sudah dua minggu lamanya aku tinggal di rumah keduaku di banyuwangi. Hari hari berjalan menyenangkan, bersama istri, buah hatiku dan kedua mertuaku. Tak terasa bahwa sudah lebih dari dua minggu kepalaku tetap panas, walau kucoba ramuan sakti mixagrip yang menjadi andalanku untuk mengusir flu dan konco konconya, tetap saja kepalaku sakit. Apalagi ditambah…Lainnya

Bersabar, Kekuatan tersembunyiku (1)

Memasuki tahun baru 2009 atau tahun baru 1998 di taiwan, kesibukanku mulai mencapai puncaknya. Tugas tugas yang menumpuk, deraan hawa dingin yang menggigit disertai perasaan rindu kampung halaman dan kejenuhan yang teramat sangat. Ya Allah.. kuatkan aku untuk bisa bertahan, kalau akau tidak bisa melangkah maju, ijinkan aku untuk bergeming di tempatku saat ini, jangan…Lainnya

Kita itu orang Bugis! Terang sekali bicaranya

“Kita itu orang Bugis! Terang sekali bicaranya” Saya tersentak ketika mendengar ucapan Pak Rusdam, salah satu tokoh masyarakat di desa Lampoko Kecamatan Balusu Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Apalagi ketika saya tahu bahwa kata “kita” biasanya dipakai oleh orang bugis untuk mengganti kata “Anda“, sama halnya dengan kebiasaan orang Sumbawa yang selalu mengganti ” Saya” dengan…Lainnya