NAMA ku BIL? AKU Tak RELA

Apalah arti sebuah nama, kata orangĀ  dengan bangga. Nama adalah do’a, kata yang lain, tak kalah bangganya.
Bagiku, selain sebagai doa, ia adalah IDENTITAS. identitas keAKUanku.

jika Aku adalah sebuah Bandara di Lombok, yang katanya 2 kali lebih besar dari Bandara Internasional Ngurah Rai, dan Aku dipersiapkan sebagai jalur transit Manusia supersibuk yang lalu lalang keluar masuk lombok, bolehkah diriku punya nama yang ‘sedikit tidak’ bisa menggemparkan dunia, nama yang sebesar dan segagah diriku, nama besar yang setara dengan kebesaranku, nama yang membuat orag orang yang memiliki BANGGA dengan diriku.

Entahlah, kini diriku merasa tidak pantas menyandang nama BIL, Bandara Internasional LOMBOK, kurang gagah bagiku.
Ku ingin namaku seperti nama Terminal terbesar di NTB; MANDALIKA, atau segagah Bandara lama di ampenan sana; SELAPARANG.
Sudah habiskah nama gagah yang bisa disematkan padaku?