Equinox

Posted on: 13 Mar, 2013, by :

Seminggu lagi, kita akan mengalami sebuah fenomena alam dua kali setahun. Fenomena ini sangat menarik bagi masyarakat yang berada di belahan bumi utara/selatan, apalagi di jepang yang hari equinox  itu adalah hari libur nasional. Khusus bagi kita yang berada di katulistiwa peristiwa ini tidak (akan) terasa “cetar”, dan jarang sekali kita perhatikan karena memang dampaknya yang tidak significant.Mari kita lihat, apa sebenarnya equinox ini.  Equinox berasal dari bahasa latin : aequus (sama) and nox (malam), pada hari equinox ini, lamanya siang dan malam adalah sama, jadi sama sama sekitar 12 jam. Mungkin ini yang menyebabkan peristiwa ini tidak menarik bagi orang equator, karena hampir sepanjang hari selama setahun kita merasakan panjang siang dan malam yang hampir tidak berubah banyak.

Peristiwa ini hanya terjadi dua kali, pertama pada bulan maret  (sekitar tanggal 20-23) dan disebut vernal equinox (awal musim semi bagi belahan bumi utara, dan awal musim gugur bagi yang berada di selatan katulistiwa). Kejadian kedua terjadi pada bulan  september  (sekitar tanggal 23) yang disebut sebagai autumnal equinox (awal musim gugur untuk bagian utara dan musim semi untuk yang di selatan). 

Sinar Matahari Saat Equinox (wikipedia.org)

Equinox terjadi saat matahari melintasi katulistiwa langit (celestial equator) ke arah utara (Vernal Equinox) atau ke arah selatan (autumnal equinox). Pergerakan  (semu) matahari dari utara ke selatan dan kembali dari selatan ke utara ini menyebabkan daerah kutub secara bergantian mendapatkan sinar matahari. Jika matahari `diam`,  maka daerah kutub yang satu akan panas terus menerus dan sisanya dingin terus menerus (mengingat bumi yang berdiri miring 23.5 ‘ terhadap sumbu putarnya). AllahuAkbar, betapa detail Allah mengatur makhluknya.

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

Efek Equinox.

Salah satu efek negatif dari equinox ini dapat dirasakan oleh pengguna satelit yang sedang mengorbit geostasioner, satelit dengan model orbit seperti ini adalah satelit komunikasi semisal satile palapa. Geostationer berarti, satelit `diam` dan dapat melihat bumi yang sama dalam waktu `selamanya`, jadi waktu revolusinya sama dengan waktu rotasi bumi, sehingga seolah olah posisinya di atas bumi tidak berubah. Kondisi seperti ini hanya memungkinkan jika satelit di taruh di atas equator. Catatan, indonesia punya 12,5% wilayah yang bisa dipakai untuk `lapak` satelit orbit geostationer, yang sebenarnya bisa di kontrakkan :)

Oh iya, kembali ke dampak equinox, karena terdapat satu titik pada saat terjadinya equinox dimana posisi Matahari tepat berada di belakang satelit (posisi relatif terhadap  Bumi), maka energi radiasi Matahari yang sedemikian besar akan mengganggu penerimaan sinyal pada stasiun penerima di yang berada di Bumi. Hal ini dapat berlangsung dalam jangka waktu antara beberapa menit hingga satu jam.

Hoax Equinox
Saat terjadi equinox, ada beberapa berita bohong (alias hoax) yang selalu bertebaran di antara kita. Dua yang terkenal adalah, telur yang bisa berdiri dan sapu yang bisa berdiri tegak tanpa dipegang. Dua fenomena ini adalah hoax yang tidak terkait sama sekali dengan equinox. []

 

Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Vernal_equinox

http://ias.dhani.org/2008/03/17/vernal-equinox-20-maret-2009/

http://en.wikipedia.org/wiki/Equinox

http://www.snopes.com/science/equinox.asp

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: