Prediksi Pilkada Lombok Tengah (1)

Posted on: 27 Feb, 2010, by :

Profil Para Kandidat Bakal Calon

(1) Suminggah, SH dan H.L. Suhardi, BE
Suminggah adalah Seorang Polisi di Polda Metro Jaya dengan jabatan Dir Narkoba atau Kasat Narkoba Jakarta.  Sementara HL. Suhardi merupakan mantan sekretaris Bappeda dan terakhir menjadi kepala bidang Pysik dan Prasarana Bappeda Lombok Tengah.

Calon Pertama kita kali ini berlatar belakang kepolisian dan birokrat.

(2) Haji Lalu Gede Sakti dan Munir
Haji Lalu Gede Sakti adalah putra dari Umi Raihanun, Beliau pernah mencalonkan diri dari PBR sebagai Calon Wakil Bupati Lombok Tengah 2004-2010, namun berada di peringkat 4 dari 4 kontestan.

(3) H. L. Wiratmaja, SH dan Bajuri Najmudin
Calon kediga kita adalah Calon Incumbent,  H. L. Wiratmaja, SH alias Mamiq Ngoh adalah Bupati Lombok Tengah saat ini

(4) H Suhaili FT dan L Normal Suzana
H. Suhaili FT adalah Wakil Ketua Golkar NTB dan  Ketua DPRD I NTB, beliau pernah menjadi Ketua Pemenangan JK-WIN NTB

Mengukur Kekuatan


Suminggah, SH dan H.L. Suhardi, BE

Dari berita dan publikasai yang menyebar pasangan ini didukung oleh PBB (5), PPDI( 1 kursi), PDI Perjuangan (1). Dukungan partai pada pasangan ini, sepertinya belum pasti, karena PBB dan PDI Perjuangan saat ini juga melakukan penjajakan dengan Pasangan nomor (4). Jika dukungan ini benar adanya, maka total dukungan dari partai sekitar 7 kursi atau setara dengan 15 persen. Namun jika ternyata PBB tidak mendukung pasangan ini, maka dipastikan pasangan nomor satu kita ini tidak bisa berlaga di pertarungan politik lombok tengah.

Berdasarkan ketokohan, kedua tokoh kita ini kurang dikenal masyarakat lombok tengah, tentu saja ini karena Suminggah beraktivitas lama di jakarta, sementara pendampingnya yang seorang birokrat dengan posisi kurang menonjol, menyebabkan kurangnya publikasi ketokohan di masyarakat.

Haji Lalu Gede Sakti dan Munir
Pasangan kedua kita ini didukung Oleh Partai PBR (5 kursi)  dan Partai Patriot (2 kursi), total dukungan parlemen adalah 7 kursi atau setara dengan 15 persen total kursi dewan ditambah lagi dengan dukungan ormas NW Anjani. Di Lombok Tengah suara ormas NW Anjani melebihi NW Pancor, ini jika dilihat dari perolehan PBB dan PBR. Dukungan ini solid dan sudah bisa dipastikan Pasangan Sakti Munir akan benar benar bertarung di Pilkada Lombok Tengah.

Berdasarkan ketokohan, calon kita kali ini “hanya” dikenal terbatas khususnya dikalangan basis dukungannya, yakni para jamaah NW Anjani dan Pemilih PBR. Namun dengan publikasi yang terus menerus, pasangan ini akan bisa melebarkan sayap dukungan. Kalau melihat pengalaman pilkada 5 tahun lalu, dimana Lalu Gede Sakti juga bertarung, yang menempatkan Sakti pada posisi juru kunci, tim sukses dan para pendukungnya saat ini harus berjuang keras agar kejadian lima tahun lalu tidak terulang lagi, mengingat Sakti dan Munir secara ketokohan masih kurang publikasi karena aktivitas selama ini yang tidak menyentuh masyarakat banyak.

H. L. Wiratmaja, SH dan Bajuri Najmudin
Didukung oleh Partai Golkar (8 kursi) atau setara 17 % kursi di DPRD II Loteng. Nah, inilah calon incumbent, dengan dukungan solid dan pasti dari partai golkar, partai yang diketuai langsung oleh Lalu Wiratmaja. Karena posisinya sebagai Bupati saat ini, praktis sosok ini dikenal luas oleh masyarakat loteng. Namun, suara Mamiq Ngoh akan tergerus jika H. Suhaili benar benar ikut dalam perlombaan ini. Suhaili adalah orang yang lama di golkar dan merupakan orang YATOFA, sehingga suara YATOFA yang disumbangkan ke Golkar pada pemilu 2009 kemarin akan lari ke Suhaili.

H Suhaili FT dan L Normal Suzana
Pasangan terkahir kita ini sedang menggalang dukungan, kira kira akan diidukung oleh Partai Demokrat (6 kursi), kabarnya Megawati Sukarno Putri sudah memberi isyarat, sehingga dukungan PDI P (1 kursi), bisa dipastikan. penggalangan dukungan juga dilakukan ke partai dengan basis NW Pancor, jika sukses maka PBB (5) bisa bergabung dengannya. Diluar itu  dukungan yang pasti adalah dari ormas YATOFA. Jika didukung oleh 3 partai ini Pasangan terkahir ini akan mendapat dukungan 26 %. Ini sudah sangat cukup untuk menjadi bahan dan amunisi ampuh untuk memenangkan Pilkada ini.

Saat ini (26 februari), dari data data yang telah masuk dan melihat perkembangan politik yang terjadi, pertarungan sengit kelihatannya akan terjadi antara pasangan nomor 2 dengan 4. Kita tunggu perkembangan selanjutnya, karena ada beberapa partai menengah seperti PKS (3 kursi) dan HANURA (4 kursi) yang belum menentukan pilihan.

Komentar Silahkan KESINI

%d bloggers like this: