GRK, Hutan dan Laut kita

Home  >>  Geomatika  >>  GRK, Hutan dan Laut kita

GRK, Hutan dan Laut kita

26
May,2009

1

Gas Rumah kaca (GRK) memainkan peran penting dalam perubahan iklim dunia. Gas ini terdiri dari CO2, methan, Nitrouse Oxide dan ozone. Ketika sinar matahari mencapai permukaan bumi, sebagian di serap oleh bumi, ini menyebabkan suhu permukaan meningkat.

Disamping itu, permukaan bumi melepas radiasi gelombang panjang (long wave). Sebagian dari radiasi ini diserap oleh GRK. GRK  kemudian melepas emisi baik ke luar bumi maupun ke arah dalam. Emisi yang kembali dilepas ke bumi akan menyebabkan pemanasan bumi. Inilah yang dikenal dengan fenomena GRK. Ketika jumlah GRK meningkat, maka temperatur permukaan bumi akan otomatis naik.

Mengapa Carbon?

Carbon dioxide (CO2) selanjutnya disebut saja dengan CARBON, adalah komponen penyusun GRK antropogenik terbesar. Jumlahnya mencapai 72 % dari total GRK, yang berperan 9-26% dari fenomena GRK.

Selama 20 tahun terakhir, emisi karbon didominasi oleh pembakaran bahan bakar fosil melalui proses konversi fosil ke gas. Sisanya 10-30 % berasal dari perubahan lahan dan deforestasi.

Kenapa Hutan?

Ekosistem hutan memegang peran penting dalam siklus carbon global. Sekitar 80% dari cadangan carbon atas tanah (above ground) dan 40 % bawah tanah (below ground) ada di hutan. Hutanpun memegang peranan sebagai penyerap carbon (yang ada di atmosfir)  terbesar.

Carbon berbahaya bagi laut

Hutan merupakan salah satu penyerap carbon (carbon sink) terbesar dan teraman. Namun, kerusakan yang terjadi pada hutan akan menyebabkan LAUT berperan sebagai penyerap utama carbon tersebut.

Peneliti pada Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian Institution Washington Amerika, Nancy Knowlton mengatakan potensi penyerapan karbon (carbon sink) oleh laut memang besar akan tetapi hal tersebut dapat mengakibatkan rusaknya kehidupan biota laut. Laut memang menyimpan potensi penyerapan karbon besar tetapi dampaknya bisa mengakibatkan kadar air laut menjadi asam (asidifikasi) yang bisa menyebabkan kerusakan biota laut”

Mari jaga HUTAN kita, kerusakan hutan akan menurunkan kwalitas hidup anak cucu kita dimasa mendatang!

One Comment so far:

  1. okti Li says:

    assalamualaikum

    setuju dengan konsep green nya 🙂
    tetap semangat ya!

    wassalam.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: