Pengajian Pak Kadus anak desa

Home  >>  Catatan Perjalanan  >>  Pengajian Pak Kadus anak desa

Pengajian Pak Kadus anak desa

23
Nov,2008

0

Pengajian Pak Kadus anak desa

Mengaji, tepatnya belajar membaca alqur’an dan belajar dasar agama islam, di desa ku adalah sebuah kewajiban. Setiap Magrib sampai satu jam selepas waktu isya adalah jadwal rutinnya. Tidak bisa ditawar, tidak ada kata malas, semua anak desa berduyun duyun menghadiri santren santren di setiap dusun. Santren sebenarnya adalah musholla, yang ada ada di setiap dusun, yang dipakai buat kegiatan dusun, mulai dari sholat wajib berjamaah, yasinan, acara acara keagamaan lainnya bahkan untuk rapat pengurus dusun. Setiap dusun memiliki satu musholla, kepala dusun  yang lebih dikenal sebagai kadus, adalah kombinasi dan perpaduan antara tokoh masyarakat dan tokoh agama. Ia bertanggung jawab atas kelangsungan hidup mati santren. Santren menjadi salah satu kantor dinas pak kadus, selain poskamling dan rumah pribadinya. Mungkin itu sebabnya sangat sulit mendapatkan orang yang bersedia menjadi kadus. Kadus harus ditunggu meninggal dulu, baru muncul kadus pengganti, sebelum itu, tak akan ada yang bersedia menggantikan.Karena jabatan kadus adalah jabatan yang sangat berat dan tidak menjanjikan keuntungan ekonomi apapun.

Anak desa dengan dibimbing pemuda desa yang lebih mumpuni, selalu bersemangat untuk menghadiri pengajian. Pengajian, selain sebagai sarana untuk menempa diri, sejujurnya adalah tempat bermain baru bagi anak desa. Waktu antara magrib sampai isya, sangat sulit untuk menemui anak desa lain di luar santren, mereka semua di santren. Kalau ada anak desa yang ditemukan sedang berkeliaran, maka kadus akan segera menciduknya, orang tua anak desa akan segera menjadi malu, malu karena menjadi sasaran gosip manusia seantero dusun: orang tua yang tidak sanggup mendidik anaknya.

Malam Sabtu sampai kamis, diisi dengan pengajian berkelompok. ada kelompok kelompok kecil yang dibagi berdasarkan umur dan kecakapan anak desa. Setiap kelompok di pegang oleh seorang mentor yang bertanggungjawab untuk mengajari anak didiknya. Begitu mulai bisa diajak bicara dan bisa diatur, anak desa sudah bergabung dengan kelompok ini. inilah kelompok paling junior, pelajarannya adalah seputar huruf hijaiyah, butuh bertahun tahun untuk lulus  dari kelompok junior ini dan naik tingkat ke kelompok diatasnya.

Ada sekitar tiga sampai empat tingkat kelompok pengajian, tingkat dasar atau yang paling bawah dididik oleh peserta yang satu tingkat di atasnya, begitu seterusnya. sehingga di akhir pengajian, menjelang isya, yang tersisa adalah kelompok senior, biasanya langsung dipegang oleh pak kadus. Sementara kelompok di bawahnya asyik bermain. Bermain kelereng, karet gelang dll. Yang paling menarik adalah bermain karet gelang,  tapi karet gelangnya dipakai untuk menembak cicak cicak yang menempel di langit langit dan dinding santren. Ini permainan yang sangat aku gandrungi. Satu permainan yang bisa mengasah ketangkasan menembak cicak, permainan yang terinspirasi “mata pengajian” pak kadus: setiap kamu bisa menembak jatuh seekor cecak, kamu dapat pahala!. itulah yang membuat anak anak desa berlomba lomba menembak si cicak, walau terkadang, cicak yang tertembak justru jatuh di atas kopiah senior bahkan kopiah putih pak kadus. Itulah sebabnya, setiap berangkat mengaji, anak anak desa selalu membawa karet gelang dan tentunya alquran dan peralatan sholat.

Setiap malam jumat, berbeda dengan hari hari biasanya, diisi dengan pengajian alias ceramah dari pak kadus, ceramah biasanya diawali dengan menghafal rukun iman, rukun sholat, rukun wudhu, test hafalan ayat ayat pendek dan ujian praktek sholat didepan semua anak desa lainnya. Malam jumat adalah malam yang sangat mengerikan bagiku, karena sebenarnya isinya adalah semacam evaluasi mingguan dan celakanya semua orang melihat. Terkadang orang tua kami turut menonton dari luar musholla.

Begitulah setiap malam, sebelum belajar pelajaran sekolah atau mengerjakan PR. Kegiatan rutin anak desa. Tidak ada acara nonton TV apalagi bioskop. Tidak ada acara main PS atau game di komputer. Semua kegiatan, sudah diatur dan mendarah daging. Kami ikuti dengan sukarela dan senang. Mungkin, kegiatan ini menjadi program kerja pak kadus yang sangat berat, semoga pak kadus mendapat balasan dari Allah!

J!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: