Catatan selama mengunjungi Surabaya Book Fair 2008

Home  >>  Catatan Perjalanan  >>  Catatan selama mengunjungi Surabaya Book Fair 2008

Catatan selama mengunjungi Surabaya Book Fair 2008

5
May,2008

3

Kemarin sore, tanpa sengaja Aku melintas di jalan Basuki Rahmat, eh ternyata ada  Surabaya Book Fair. Karena sudah nggak ada tujuan, Aku dan istri akhirnya memutuskan untuk memasuki Gramedia Expo. Memasuki ruang pameran, rasa bahagia sekaligus takjub seolah  langsung menyapaku. Berbeda dengan Pameran buku ditempat lain yang sering diadakan sekenanya, seperti yang pernah diadakan di Convention Hall Surabaya,  Surabaya Book Fair ini benar benar luar biasa!

Seperti biasa, ketakjubanku semakin terasa membara  tatkala melihat sedemikian banyak buku yang dipamerkan, entah berapa banyak energi yang dihabiskan untuk menulis buku buku itu. Dalam hati, ku berdoa suatu saat nanti bisa menelorkan beberapa judul buku.

Disamping banyaknya buku, ada juga beberapa stan yang tampil dengan “dagangan” berbeda, satu yang mencolok adalah standnya ReadBOY yang menawarkan alat baca buku. Readboy, seperti yang tertulis dalam website resminya (http://readboy.co.id/) mengokohkan diri sebagai leader dalam pengembangan Multimedia Electronic Book Learn Pad multi bahasa (Indonesia-Mandarin-Inggris-Arab-Jepang-dll).

3 Comments so far:

  1. Tumin says:

    Book Fair, biasanya menjanjikan harga diskon.
    Bagaimana saat itu, Mas?

    Tabik!

  2. Zul ... says:

    Kok ga dideskripsikan lebih banyak lagi suasana Book Fair itu, Mas.
    Jadi bisa dibayangkan bagaimana serunya acara itu.

    Tabik!

  3. lmjaelani says:

    haha, ternyata banyak juga yang tertarik:-)

    diskonnya banyak mas, mbak, malah terkesan perang diskon. seagai contoh NOVEL Ketika Cinta Bertasbih yang harganya (ditempat lain) 53 ribu disana ada stan yang jual dengan harga 43 ribu. rata rata diskonnya 15-70 %. tapi untuk beberapa produk didiskon habis habisan, seperti majalah komputer dan buku buku komputer di sebiuah stan di pangkas habis dengan harga cukup 10-15 rb per buku.

    Selain stan buku, ada juga stan permainan yang menjual helikopter mini yang bisa diterbangkan dengan kontrol remote control, ada yang jual antenna, ada yang jual batik, ada yang mamerin foto foto tempat bersejarah di surabaya yang diambil tahun 1858 dan sebagainya.

    ada juga yang aneh, sebuah stan yang tidfak ada hubungannya dengan buku, tapi lebih cocok disebut stan kampanye pemanasan global, selain menyajikan vidoe ceramah “sang tokoh” mereka juga memberikan buku panduan mengatasi global warming (http://suprememastertv.com/ina/)

    tapi sayang sekali, hari minggu keamrin adalah hari terakhir mas, mbak, jadi gak bakalan bisa kesana lagi. o iya insyaAllah sekitar tgl 14 september ada Islamic BOOK Fair ditempat yang sama.

    salam dari surabaya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: