Menelusuri Asal Usul Suku Sasak

Komunitas Suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat merupakan Suku terbesar di Propinsi yang berada di antara Bali dan Nusa Tenggara Timur ini. Menurut catatan sensus yang diadakan tahun 1989, populasi suku sasak mencapai 2,1 juta jiwa. Pada Sensus berikutnya, tepatnya tahun 2000 populasinya bertambah menjadi 2,6 juta jiwa. Tahun ini diperkirakan populasi Suku Sasak yang tinggal di Lombok sekitar 3 juta jiwa, jumlah itu belum termasuk “sasak diaspora” alias sasak rantau yang menetap di Pulau Sumbawa bagian Barat, di Kalimantan Timur (akibat proyek transmigrasi), di Malaysia (TKI) dan di beberapa Kota besar di Indonesia (yang umumnya karena faktor pekerjaan dan status sebagai Mahasiswa). Di Samping itu dalam jumlah kecil, Suku Sasak tersebar di beberapa Negara di dunia ini. Melihat hal ini Populasi Komunitas Suku Sasak bisa dikatakan cukup besar dan layak disandingkan dengan etnis lain di Indonesia.

Tapi Tahukah Semeton dari mana asal usul Suku sasak ? , ” Siapa Papuk Baloq orang sasak?”. Saya yakin seyakin yakinnya, sangat teramat sedikit dari kita yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Satu Minggu yang lalu, Komunitas Sasak yang tergabung dalam milis Komunitas Sasak mengadakan diskusi kecil tentang hal ini, jauh memang kalau dikatakan sebagai diskusi yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan, tapi paling tidak banyak diantara kita yang memiliki informasi yang berbeda beda tentang asal usul Papuk Baloq Sasak.

Dari penelusuran kecil kecilan, terungkap bahwa Suku Sasak berasal dari Vietname, bersumber dari miripnya Bahasa / Base Sasak dengan Bahasa di vietnam. Ada juga semeton sasak yang sekarang ini bekerja di sektor Pariwisata di Lombok yang sempat bertemu dengan turis dari Philipine, yang bikin semeton kita ini terkejut, ada banyak kesamaan antara bahasa sasak dengan bahasa si turis, ya Bahasa Tagalog, apakah ini artinya Papuk Baloq kita dari philipine?. Ada banyak teori yang biasa dipakai oleh para ahli untuk menelusuri asal usul suatu etnis, salah satunya adalah dari bahasa yang mereka pergunakan, fisik mereka dan sejarah para tetuanya. Mari kita coba telusuri satu persatu.

BAHASA
Bahasa Sasak, terutama aksara (bahasa tertulis) nya sangat dekat dengan aksara Jawa dan Bali, sama sama menggunakan aksara Ha Na Ca Ra Ka …dst. Tapi secara pelafalan cukup dekat dengan Bali.

Menurut ethnologue yang mengumpulkan semua bahasa di dunia, Bahasa Sasak merupakan keluarga (Languages Family) dari Austronesian Malayo-Polynesian (MP), Nuclear MP,Sunda-Sulawesi dan Bali-Sasak.

Sementara kalau kita perhatikan secara langsung, bahasa Sasak yang berkembang di Lombok ternyata sangat beragam, baik dialek (cara pengucapan) maupun kosa katanya. Ini sangat unik dan bisa menunjukkan banyaknya pengaruh dalam perkembangannya. Saat Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ingin membuat Kamus Sasak saja, mereka kewalahan dengan beragamnya bahasa sasak yang ada di lombok timur, Walaupun secara umum bisa diklasifikasikan ke dalam: Kuto-Kute (Lombok Bagian Utara), Ngeto-Ngete (Lombok Bagian Tenggara), Meno-Mene (Lombok Bagian Tengah), Ngeno-Ngene (Lombok Bagian Tengah), Mriak-Mriku (Lombok Bagian Selatan)

Dari Aspek Bahasa, Papuk Bloq kita bisa jadi berasal dari Jawa (Malayo-Polynesian), Vitname atau Philipine ( Austronesian), atau dari Sulawesi (Sunda-Sulawesi)

SEJARAH
Sebelum Abad ke 16 Lombok berada dalam kekuasan Majapahit, dengan dikirimkannya Maha Patih Gajah Mada ke Lombok. Malah ada kabar kalau beliau wafat di Pulau Lombok dan dimakamkan di Lombok Timur. Pada Akhir abad ke 16 sampai awal abad ke 17, lombok banyak dipengaruhi oleh Jawa Islam melalui dakwah yang dilakukan oleh Sunan Giri, juga dipengaruhi oleh Makassar. Hal ini yang menyebabkan perubahan Agama Suku Sasak, yang sebelumnya Hindu menjadi Islam.

Pada awal abad ke 18 Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gel Gel Bali. Peninggalan Bali yang sangat mudah dilihat adalah banyaknya komunitas Hindu Bali yang mendiami daerah Mataram dan Lombok Barat, Beberapa Pura besar juga gampang di temukan di kedua daerah ini. Lombok berhasil Bebas dari pengaruh Gel Gel setelah terjadinya pengusiran yang dilakukan Kerajaan Selapang (Lombok timur) dengan dibantu oleh kerajaan yang ada di Sumbawa (pengaruh Makassar). Beberapa prajurit Sumbawa kabarnya banyak yang akhirnya menetap di Lombok Timur, terbukti dengan adanya beberapa desa di Tepi Timur Laut Lombok Timur yang penduduknya mayoritas berbicara menggunakan bahasa Samawa.

Kalau kita lihat dari aspek sejarah, orang Sasak bisa jadi berasal Jawa, Bali, Makassar dan Sumbawa. Tapi bisa juga ke empat etnis tersebut bukan Papuk Bloq orang sasak, melainkan hanya memberi pengaruh besar pada perkembangan Suku Sasak

Ciri FISIK
Sementara kalau diperhatikan secara fisik Suku Sasak ini lebih mirip orang Bali dibandingkan orang Sumbawa. Dari Aspek ini bisa jadi orang Sasak berasal dari orang Bali, nah sekarang tinggal di cari :orang Bali berasal dari mana?

Bukti Otentik

Beberapa minggu yang lalu, salah seorang yang membaca tulisan ini mengirimkan ke saya sebuah bukti otentik asal usul suku sasak yang disimpan keluarganya di Lombok Tengah. Bukti tersebut berupa silsilah keluarga yang berujung pada sebuah nama: Datu Pangeran Djajing Sorga (dari Majapahit, Kabangan, Jawa Timur). Dari Bukti otentik tersebut, jelaslah terlihat bahwa Suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok, sebenarnya berasal dari Jawa.

Harapan
Semoga Dewan Adat Sasak segera menerbitakan Buku Sejarah Sasak dan merampungkan Kamus Bahasa Sasak.


* Tulisan yang sama dimuat juga di Situs Komunitas Sasak

128 Replies to “Menelusuri Asal Usul Suku Sasak”

  1. Assalamualaikum WR WB.

    Bung Jen, rupanya sudah lama sekali tulisan ini ya? tapi belum ada tambahan atau ralat sama sekali. Terakhir Bung Jen menulis: “Kita ini dari Bugis?” dahulu sebelum ke Jawa saya pernah percaya bahwa Sasak itu Bugis banget. Tetapi saat saya SMA di Mataram saya mulai memperhatikan beberapa Bahasa Daerah khususnya Bali dan Betawi. Saya sangat heran mengapa ekspresi orang Betawi sangat mirip dan kata kata yang dipakai sama. Saya dapat info juga sekilas dari guru BI yang juga ada perhatian ttg base sasak, Bpk Suyono guru SMA 1 Mataram. Beliau bilang bahwa di zaman Belanda banyak babu dari Lombok yang tidak bisa bahasa Melayu jadi mereka tetap memakai bahasa mereka di Betawi. Orang betawi sendiri adalah sub Sunda yang tercampur China, mengmbil kata2 Sasak. Orang Betawi tidak merasa Sasak karenanya. Pun juga orang China Lombok dimanapun bebahasa sasak medok bahkan di RRC sana.

    Orang Sasak mula mula adalah pendatang dari Yunan (china Selatan) kemudian Vietnam ada gendang kuningan yang ditinggalkan di Bima (nekara), selanjutnya pendatang dari jawa masuk baik dari Majpahit maupun Mataram. Bersamaan dengan itu masuk pula Islam yang dibawa orang Persia dan India, mereka itu menurunkan para wali dan ulama loka lain yang kelak bercampur dengan Bangsa sasak.

    Orang Arab datang kemudian yaitu dari Yaman dan kelak menjadi penduduk Lombok tetapi tinggal disatu blok atau semacam getto sehingga mereka dapat mempertahankan tradisi mereka.

    Selanjutnya pendatang Bali yang adalah sepupu mereka yang sama 2 dari Jawa datang, lebih2 setelah dikuasai GEL GEL atau Karang asem, semakin banayk datang.

    Mengenai bahasa Sasak memang banyak kata sama atau mirip dengan bahasa Tagalog, melayu, Bugis, Betawi dan kepulauan pasifik. bahasa itu kita kelompokan sebagai bahasa Nusantara yang menyebar dari Pattani Thailand dan Kompongsom Kamboja sampai Pulau Paskah di Chili (Amerika Serlatan) dan dari Madagaskar ke Hawai. nah jadi makin luas dan pusing mencari referensinya.

    Tapi apa yang bung Jen tulis adalah jendela bagi kita semua, semoga kelak ada pakar yang kompeten menggarap bidang satu ini.

    Wallahualambissawab

    demikia dan maaf

    yang ikhlas,

    Hazairin R. JUNEP

  2. selamet miq junep atas masukannya. tiang juga agak cemas ketika pertama kali menulis masalah ini ,terutama terkait dengan masalah keabsahan referensi. tapi, alhamdulillah banyak juga masukan seperti ini yang bermuncululan. kebetulan tulisan yang sama pernah tiang taruh di sasak.org, di sana banyak yang menangggapi.

  3. Adhen, yang benar hanya Allah Yang Maha Mengetahui…tapi apa yang tertera di atas adalah pintu masuk kita untuk lebih banyak membaca tentang diri kita…

    Selamat mencari semeton sax Solah…

  4. Saya adalah peminat sejarah peradaban tinggi di masa lampau yang bersumber dari Al-Qur’an. Saat saya sedang meneliti tentang Dzulqarnain dan Ya’juj & Ma’juj yang ternyata adalah Ya’juj (Bangsa China) & Ma’juj (Bangsa Mongol & Trans Siberian) yang saat itu sedang berperang, muncul hubungan antara bangsa Yunan yang saat itu menjadi salah satu korban perang mereka. Bangsa Yunan yang terdesak kemudian menyebar ke arah selatan yaitu Asia Tenggara. Beberapa mendiami Indocina (Vietnam, Thai, Cambodia, dll) dan yang lainnya menyebar ke Nusantara. Ternyata saat saya mencari tahu tentang proses penyebaran mereka, terdapatlah informasi tentang Bangsa Antu, yaitu bangsa yang pertama kali mendiami Nusantara. Perawakan mereka yaitu tubuh yang relatif pendek dan kulit yang berwana kuning. Saat ini bangsa antu sudah punah karena terdesak oleh bangsa Yunan yang bermigrasi ke Nusantara. Diperkirakan bangsa antu terakhir mendiami kepulauan Sunda Kecil (Sumba Sumbawa) dan berasimilasi dengan bangsa Yunan, hasilnya adalah SUKU SASAK yang ada sekarang ini. karena itu nggak heran kalau bahasa sasak mirip sekali dengan bahasa Vietnam dan Tagalog, karena itulah bahasa-bahasa yang terdekat dengan bahasa Yunan. Dzulqarnain datang ke China kira-kira pada tahun 1300 SM. Penyebaran bangsa Nusantara diperkirakan beberapa abad sebelumnya karena perang Ya’juj Ma’juj berlangsung selama ratusan tahun. Saya minta tolong sekali kepada teman2 dari sasak untuk membantu mencari informasi tentang Bangsa Antu karena informasi yang minim sekali tentang mereka. Terima Kasih banyak. Wassalam. Tio Alexander.

  5. Miq Jen, Dari beberapa literatur dan tutur yang tiang baca dan dengar. Suku sasak adalah campuan dari beebagai pendatang. Termasuk seperti yang disebutkan oleh miq Junep dan rekan alexnader? dari Yunan, itu yang lebih tua, lalu dari sumatera ada juga, Bali, Jawa, ada juga dari timur Indonesia. Dulu sudah pernah kita bahas ramai-ramai topik ini.
    Lebih khusus tentang asal-usul dari Yunan dan vietnam itu. Kebetulan tiang cukup lama bertugas dipedalaman Lombok Selatan. Kalau kita lihat semeton-semeton kita disana, memang tipikal fisiknya persis seperti orang-orang dari China/Vietnam. Putih sipit dengan rahang dan tulang pipi yang tegas. Sudah lama tentang asal-usul semeton sasak di Lombok selatan ini menjadi perbincangan diantara kami yang bertugas dan berkunjung ke Lombok Selatan dikala itu.

  6. Ada saudara saya dari Sabah, Malaysia berkesempatan melawat Lombok. Ternyata Bahasa Sasak ada persamaan dengan Bahasa Dusun (Tidong). Umpamanya…walai (rumah), mato (mata), kabang (mulut), telingo (telinga), tian (perut), punti (pisang), parai (padi) dan banyak lagi.

    Kebarangkalian, orang2 kita berasal dari Tanah besar China (Yunnan), menyusuri kepulauan Borneo dan menetap di Kalimantan dan kemudiannya migrasi ke Sabah, Sarawak dan Lombok.

  7. Dalam bahasa sasak:

    BALE walai (rumah), METE atau MATE mato (mata), BIWIR kabang (mulut), TELINGE atau KENTOK telingo (telinga), TIAN tian (perut), PUNTIQ punti (pisang), PADE parai (padi)

    yang huruf kapital adalah base sasaknya.

    Mengenai Yunnan, Semua Orang melayu berasal dari percampuran Bangse Yunnan dengan BAngse Antu, sehingga sangat mungkin ada persamaan dalam bahasa dan budaya.

    Silahkan periksa laman berikut:
    http://lalumuhamadjaelani.wordpress.com/2008/10/17/terkejut-bangse-sasak-bangse-yunnan-bangse-antu/

  8. Salam. Saya difahamkan Bahasa Sasak mempunyai dialek-dialek yang berbeda menurut wilayah, bahkan dialek di kawasan Lombok Timur kerap sukar dipahami oleh para penutur Sasak lainnya.

    Dialek bahasa Sasak
    Bahasa Sasak biasanya dibagi menjadi empat dialek:

    Dialek Tengah
    Dialek Utara
    Dialek Timur
    Dialek Tenggara
    Dialek Timur Tengah

    Dialek manakah yang ada persamaan dengan Bahasa Tidong? Bahasa Tidong terdapat di Kalimantan dan juga Sabah.

    e.g. walai (rumah), tobuk (rambut), isai ngaran nu (siapa nama awak), sumandak (dara sunti), mantad oku Sabah (aku berasal dari Sabah) etc.

    Terima kasih.

  9. Salam kembali. Saya sertakan bersama ini pertuturan dalam bahasa Dusun Tidong. Sukacita sekiranya dapat diteliti samaada ada persamaan dengan Bahasa Sasal Dialek timur. Terima kasih.

    Alaid-laid oku noh momusorou doh osonong kanto’d haro blog di osompipi oh dusun. Nababasan oku noh doh monulis doid ingilis om nogi malayu. Mumbal umbal pod’di doh momo-blog doh id bahasa sondiri. Bahasa utama nopo’d pakayon kuh hiti nga bahasa dih pinotungkus doh tama ku kumaa doho – bahasa Liwan. Oilaan ku doh ogumu poh oh bahasa dusun doh suai nga iti Bahasa Liwan noh kopio oh bahasa doh koubasan ku. Poinkuro poh nga, sebagai dih tulun doh oliod noh ‘merantau’ kad malazu, ih oluas kopio oh kambalut-balutan doh misuai-suai oh bangsa, mungkin kaanto pisompur-sompuron kuh doh dusun doh suai om id-mustahil dot kapakai kasaari doh perkataan-perkataan doh malayu. Kadang-kadang doh haro ih perkataan doh malayu di ingaa nod poinsurat id bahasa tokou boh konogi. Nga iti noh, pakaiyon ku nopo doh bahasa id blog ku nga ih bahasa serhari-hari it poinkuro kopio tokou miboros-boros soiro kopiruba dot tambalut doh iso bangsa (doh koilo noh mimboros dusun la. kabanyakan nopo nga osusa noh mogihum dit koilo. Haro poh nga mimalayu-malayu kasari kaka ). Pakayon ku ih bahasa doh tosiinang doh boroson.

  10. Salam,

    Memang benar adanya, bahasa sasak memiliki banyak keragaman. Malah antar desa sudah ada perbedaan, Tapi uniknya setiap masyarakat sasak bisa dengan cukup mudah mengerti bahasa lawan bicaranya, karena sesungguhnya perbedaan tersebut tidak sampai 10 % saja.

    Mengenai, contoh kata yang anda sebutkan, mohon maaf, saya 100% tidak mengerti.

    Bahasa itu malah sangat mirif suara teman teman philippine yang menggunakan bahasa tagalog.

    coba cek kosakata anda di http://kamus.sasak.org/index.php

    Terimakasih

  11. Salam kembali. Saya perhatikan Bahasa Bayan berlainan dengan Bahasa Sasak. Bayan ada Ngaranin (mebmeri nama), Maganak (beranak), Mentelu (bertelur) dll.

  12. Salam kembali. Cuba masuk ke laman berikut dan buat penilaian samaada ada Bahasa Dusun Sabah yang ada persamaan dengan mana-mana dialek di Lombok. Terima Kasih.

    http://www.uskal. net/2009/ 01/mari-belajar- bahasa-dusun. html#links

  13. Miq… tiang iseng-iseng baca…jadinya tertarik juga sumbang tulisan. Kebetulan tiang suka budaya/tradisi suku sasak. Tiang banyak punya naskah yang mungkin bisa dimanfaatkan semeton2 kita sebangse sasak. Matur tampi asih…

  14. wah wah wah…
    masih belum ketemu juga ya asal usul bangsa kita…
    saya sendiri sebenarnya tidak bisa memberikan masukan apa2..
    tapi dengan adanya diskusi seperti ini saya sangat bangga kepada saudara2 yang masih menghargai kearifan lokal budaya sendiri…
    saya sangat mendukung hal seperti ini..
    lanjutkan perjuangan anak muda…

  15. salut…tipak tulisan2 niki, terutame tuk kepedulian semeton jari lek asal usul suku sasak…!

    keep it…..!

  16. Perkenalkan saya dari Tarakan (Kaltim) saya asli Suku Tidung, dimana kita bisa mendapatkan lagu-lagu daerah sasak/lombok. Saya juga ingin mengetahui asal-usul suku saya (Tidung) dan hubungannya dengan suku-suku di Indonesia, dan suku mana saja yang memiliki kemiripan bahasa dengan suku Tidung.

    Dimanakah saya bisa mendapatkan lagu-lagu daerah anda (Sasak/Lombok)

  17. Saudara Taka, Saya tertarik mahu mempelajari bahasa Tidung Indonesia. kami di Sabah juga ada suku Tidong. Bahasa Tidong Sabah seperti berikut:

    Isai ngaran nu..siapa nama awak; hombo tadun nu…awak asal dari mana?; naka’akan ko noh?…awak dah makan?; mananom ko parai?…awak tanam padi?

  18. di jaman sekarang sangat sulit mencari dan mengumpulkan bukti otentik asal usul suku sasak, belum ada arkeolog dan peneliti mengeksplorasi peninggalan sejarah. semua punya catatan silsilah asal-usul keluarga, apabila semua dikumpulkan dan disatuakn , saya yakin akan menemukan keterkaitan satu sama yang lainnya. bila ini terjadi saya yakin bumi sasak bisa disatukan dalam satu ikatan keluarga besar suku sasak yang tidak mudah diprovokasi untuk saling bertikai demi kepentingan pihak-pihak yang tidak ingin orang sasak maju dan berkembang.

  19. 1TE S4S4K Lombok (stiker yang biasanya ada dirumah orang2 lombok yang tinggal di Kupang NTT) Salut deh walau diperantauan mereka tidak pernah lupa tanah kelahirannya LOMBOK, mereka begitu kompak disana, berbahasa sasak halus…. Ah aku jadi malu,. di LOMBOK kok kita gak bisa kayak mereka yang disana. di lombok terkadang aku mendengar ibu-ibu mengatakan, “ah lebih baik mengajarkan anak2 bahasa indonesia atau bahasa inggris, dari pada bahasa sasak”.. sedih juga mendengar keturunan bangsawan tidak bisa bahasa halus sasak,… Lah padahal mereka adalah bukti sejarah itu benar adanya,.. Thanks pak Yusman sekeluarga,. sebuah pelajaran berharga untuk kami generasi yang telah lupa dimana kami dilahirkan,.. Hayya Gonunasidana, Ya fata sasak bi Indonesia,……………………………..

  20. salut buat mamiq jen yang mu berbagi tentang budaya kita lombok tercinta meskipun masih banyak kekurangn dan masih perlu penambahan….dari informasi yang tyang dengar ada sekitar 7400 naskakah dari lombok yang sampai saat ini belum dapat ditemuan dan dikembalikan kepada kita (lombok) dan dari semua itu hanya 1 yang berhasil di kembalikan ke lombok yaitu topeng wajah patih gajah mada yang saat ini digunakan sebagai model wajah di buku-buku sejarah…dan pakta membuktikan bahwa sebelum orang luar datang ke lombok sudah ada penduduk asli pulau lombok yang notabnenya konon beragama budha dan tersebar dipedalaman lombok bagian utara maka bisa jadi apa yang dikatakan bahwa penduduk pertama yang datang ke lombok berasal dari yunan (cina) sebagai penyebar agama budha dari keterkaitan agama-agama diasia tenggara khususnya cambodia,vietnam,laos,thailand bahkan indonesia jawa dengan adanya peninggalan budha terbesar yaitu candi borobudur…so tyang tunggu tulisa pelinggih yang baru dengan referensi yang lebih lengkap lagi.

  21. @ rundukon
    Sangatlah asing bahasa Tidong yang kamu tulis diatas….., padahal saya sering bertemu dengan orang Tidong sabah, bahasa sama hanya logat yang berbeza, silahkan sobat untuk mengunjungi situs ini. http://Takapana.blogspot.com disana ada sebuah cerita yang ditulis dalam bahasa tidung Asli.
    Maaf kepada semua…..warga Sasak khususnya pemilik blog ini. btw…. Orang sasak juga banyak terdapat di Tarakan, kaltim.

  22. Soal asal-usul Sasak seperti yang diperdebatkan oleh semeton jari sanamian merupakan bukti dari adanya kerinduan untuk kembali menemukan asal-usul diri sendiri. Gejala ini sangat menarik, terutama menumbuhkan kesadaran sejarah kita sehingga kita bisa memahami “positioning” bangsa Sasak dalam konteks keIndonesiaan. Terlepas dari betapa spekulatifnya data-data yang ditawarkan oleh mamik Jaelani. Tetapi tiang sangat mengapresiasi sekali tulisan mamik Jaelani di atas. Kalau ditelusuri melalu pendekatan bahasa, bahasa seantero kawasan asia tenggara memang satu sama lain sangat dekat, masih satu atavisme bahasa, jadi belum kita jadikan bukti otentik (ini istilah terlalu gaya), menjadi bukti meyakinkan tentang asal-usul kita.

    sebagai perbandingan, sejarah Jawa Mataram, yang sekarang menjadi Yogya dan Solo (bukan Mataram Hindu), saja masih menjadi perdebatan. Sejarah Mataram Jawa menjadi semacam site of strugle berbagai kelompok/kekuatan. Misalnya, tidak banyak yang tahu bahwa kerajaan Mataram Jawa adalah by design oleh Kanjeng Sunan Kali Jaga. Ada blue print yang dibangun oleh beliau untuk mendirikan Mataram Jawa. Selama ini kita menganggap sejarah Mataram sudah cukup jelas, tetapi belakangan justru banyak dipertanyakan karena terjadi politisasi dalam penulisan sejarah mataram jawa. maka sekarang orang di Jogja banyak menulis sejarah “minor” (meminjam istilah Gillez Delueze) untuk memberikan versi sejarah tandingan, terutama untuk mengkounter sejarah berdasarkan otoritas kolonial (dan tentunya Orientalisme). Hal itu terlihat pada upaya menulis sejarah Islam Jawa melalui figur tertentu, bisa kita lihat dari maraknya penulisan tentang Syeikh Siti Jenar dalam berbagai versinya. Dan itu dilakukan dengan berbagai basis epistemologi,artinya tidak sejarah berdasarkan sistimatika dan “mode of thoughtnya” Barat. Banyak teman-teman dari Pati,Jepara (pantura), Jogja, dan Jawa Tengah memakai model epistemologi sejarah alternatif, seperti penelusuran melalui penalaran “israqiyah” (mukasyafah) mistik untuk menemukan versi sejarah yang diluar ditulis para Orientalis. Hal ini ternyata dilakukan oleh intelektual American Latin juga, mereka menyebutnya dengan “border thingking”.

    Saya beberapa kali menelusuri beberapa catatan pelancong Eropa (non Belanda) yang menyinggahi gumi Sasak, dan ternyata sampai abad 15 gumi sasak belum ada bukti-bukti adanya suatu tata adiministratif (lembaga) pemerintahan walaupun sudah komunitas yang mendiami pulau tercinta tersebut. Dan berdasarkan sumber lain, baru pada abad 17 ada suatu bentuk administrasi/lembaga politik dalam bentuk wilayah “kecil” (kira “perdikan” dalam istilah Jawa) di gumi Sasak. Dari sumber lain lagi, dikatakan bahwa gumi Sasak adalah sebuah “komuni Bugis” yang terbentuk pada masa 900-an akhir, kira-kira masuk tahun 1000-an M. Sesepuhnya bernama Daeng Matana. Sasak sendiri berarti “Ilalang” (bukan Rakit atau apa seperti yang dikenal selama ini). Komuni Bugis ini belum menjadi suatu bentuk sistem politik. Baru pada abad 16, bahkan diperkirakan abad 14-15 orang-orang Jawa Masuk ke gumi Sasak,terutama dari Jawa Timur. Tetapi pada saat bersamaan ada etnis Madura dan orang Arab yang sudah mendiami pulau tercinta.

    Kalau dikatakan orang Gel-Gel Bali datang pada abad 18 sangat diragukan. Mereka sudah masuk ke Lombok pada abad 17-an. terbukti bahwa awal 18-an mereka (orang Bali) sudah perang antar sesamanya di Lombok, bahkan puputan antara penguasa Bali di Lombok sudah terjadi pada tahun 1820-an. Hal itu membuktikan bahwa mereka sudah cukup secara politik sehingga memperebutkan kekuasaan di antara mereka. Dalam hal sejarah “imperialisme bali” di Lombok, tiang ingin mengatakan bahwa sejarah mereka cukup jelas,terutama karena ditulis secara baik oleh otoritas sejarah kolonial. Van der Kraan dalam salah satu tulisannya yang dieditori sejarawan kawakan Anthony Reid menulis dengan cukup baik soal dinasti-dinasti Bali di Lombok. Kritik pada sejarah Lombok versi bule (versi londo ) ini adalah minusnya (bahkan tidak ada samasekali) “live exprience” (ataupun sejarah orang Sasak) disebut-sebut, ini tentu saja merugikan kita sebagai bangsa Sasak.

    Niki dulu, karena niki sudah nggelemak dan tiang ngantok. matur tampiasih semeton jarin tiang yang tercinta…

  23. tiang ing ralat sedikit soal Gel-Gel Bali. Dalam catatan Van Der Kraan, bukan Bali Gel-Gel yang datang ke Bumi Sasak tetapi Karangasem Bali. Saudara-Saudara Bali Lombok di seputar Cakra-Mentaram (pakai logat Lombok) menyimpan dengan baik asal-usul Karangasem ini. Menurut beberapa cerita Lisan di Lombok, sebelum karangasem yang datang, ada kemungkinan Bali Gel-gel (kerajaan yg lebih tua di Bali) yang mau datang ke Lombok.

    Soal babad atau silsilah yang banyak beredar di kalangan orang Sasak juga masih perlu diverifikasi. Sebagai contoh, Babad Tanah Jawi yang di Jawa (Jogja dan solo) ternyata ditulis pada masa Hamangkubuwono I oleh seorang penulis “pesanan” kolonial Belanda. Bahkan menurut sebagian otoritas Kejawen di Jogja, Babad Tanah Jawi ditulis di bawah todongnan pistol. Babad-babad dan silsilah (jumlahnya segudang di Lombok) perlu diverifikasi,tetap dijadikan acuan tetapi membutuhkan penafsiran.

  24. menurut tiang, orang lombok berasal dari jawa.. karena menurut bencangah, pada waktu runtuhnya majapahit ada 4 putra raja berebut tahta, hingga yang kalah tidak mau hidup di bawah pimpinan saudaranya dan akhirnya ke tiganya pergi, yang satu ke bali, ke lombok dan sumatra..( tapi orang sumatra tidak mau mengakui sebagai orang keturunan jawa hingga leluhurnya tidak mau menuliskan babad) dan putra raja yang ke pulau lombok, pertama kali menginjakkan kakinya di lombok di daerah yang terkenal dengan MAKAM IKANnya ( lupa namanya ) dan terus menyebar hingga adanya kita sekarang.. jadi jika di lihat dari silsilah kita semua tang ada di lombok bersaudara, karena berasal dari 1 keturunan…

    lebih lanjutnya insya allah besok tiang kirim lewat komentar karna masih banyak yang tiang lupakan..

  25. Ass….semeton2,aq cma bisa bilang tiang bangge jari kanak sasak,untk smeton2 semoga sukses dan berhasil……smga2 niat2 baek soudara di mudah kan allah swt…amien.i love lombok island..bravo kanak sasak.

  26. Alhamdulillah msh ada pemerhati mslh suku kita,kbetln tiang tgl dipedalaman Flores,cuma yg aneh disuku kita mslh bahasa yg tdk sama pengucapannya,penyebabnya apa ya?

  27. assalamualaikum miQ, tiang sangat bersyukur ada orang yang seperti mamiQ sebagai salah seorang pecinta budaya sasak dan saya akan lebih bersyukur lagi jika mamiQ bisa mnuliskan asal usul BAHASA SASAKnya juga. jika mamiQ memiliki pengetahuan lebih tentang asal usul bahasa sasak tolong dikirimkan lewat email saya ini rama.dhan44@yahoo.co.id, sebab saya sebagai kaum muda sasak ingin mendokumentasikan bahasa sasak namun data yang saya butuhkan masih belum ada. matur tampiasih

  28. ohh…
    dari buku sejarah yang pernah saya baca saat sma, suku sasak berasal dari myanmar . Di pulau lombok juga banyak keturunan dari bugis (tanjung luar contohnya) . saya pikir jadinya, merupakan asimilasi banyak kultur, dari bali, sulawesi, jawa.

    Tapi, kalau mau lihat secara mudah seh. lihat dari beladiri nya
    seperti beladiri eskrima filipina , dengan ujungan di sulawesi dengan presean di lombok.

    mungkin kita juga perlu melihat sejarah manusia yang lebih jauh sebelum terbentuknya kerajaan – kerajaan (Dinasti pertama ) di Pulau Jawa . sehingga bisa dengan jelas kita lihat alur nya.

  29. MIQ………..
    makasi geh atas tulisannya……………
    berkat nike tiang tau lebih jauh tentang lombok……….
    hehehe

  30. semoga saja Budaya kita khususnya budaya sasak terus terjaga kelestariannya..dan merupakan tanggung jawab bersama karenan ini meerupakan salah satu kekayaan bangsa kita Indonesia….
    Hidup sasak….
    jaya indonesia….

  31. Hanya sekedar menambahkan,,,,,,,Bahwa menurut riset kecil-kecilan tahun 2003 jaman masih SMA.Bahasa di lombok terdiri dari 100 bahasa lebih dan -+dari 2000 dialek…..
    dan asal mula sasak memang masih sangat kontroversi,namun yang sangat kuat adalah versi utara dan versi selatan,itu bisa di lihat dari bukti yang ada
    1.Adanya rumah adat SADE,dan salah satu gunung disana tanah nya asin
    2.Veris utara..dg bukti rumah adat yang ada di daerah utara,ini daerah bayan dan sekitar nya

    dan mengapa kontroversi……!!! karena banyak babat palsu yang di buat orang-orang jaman dahulu hingga membuat anak jaman sekrang bingung mau pake yang mana???
    saya contohkoh kan saja,,,Babat Praye A.K.A babat Pejanggik isinya sama dengan Babat Selaparang! namun banyak di lombok tengah beredar babat yang tidak jelas asal usul nya,andai kata jelas asal usul si empunya babat,tapi si empu bukan dari kalangan yang terpercaya……….
    jadi tugas remaja masa kini untuk menggali lebih dalam.Terus terang saya masih belum berani menulis tentang sasak ini,walau ada pengeteahuan sedikit dari hasil mendengar babat praye,tapi karena banyak babat yang kontroversi,dengan contoh dari kerajaan Gel-Gel juga menulis tentang lombok di babat nya,dan sudah jelas tulisan yang ada di sana akan menyudutkan kita sebagai orang lombok,dengan bahasa istilah sasak(LOTENG) nya “Dara dengan mele perujan sie’n ” nah seperti itu,daet endah harust enget ntan belande masih nulis tentang Lombok,nah tulisan dengan belande ni masih peno kontroversi kance babat pejanggik or babat selaparang….
    Tulisank le atas niki,dawek ngiring periksa le Babat Gel-Gel kance Tulisan Belande tentang Lombok,sa arak le Musium Belande….
    wallahua’lam bissawab

    Ampurayang mawinan dewek salak le tulisan driki…..

  32. Tyang tunas ma’af sanak selapuq nggih,… Sampai saat ini tyang tidak pernah mendengarkan cerita atau mendapatkan sumber yang pas, tentang asal usul Papuq Baloq orang sasak niki, menurut persi sanak tyang Lalu Muhammad Jaelani mengungkapkan bahwa asal usul Papuq-Baloq orang sasak niki dari Philipina ada benarnya, namun tyang ngiring kaji bersama bahwa orang-orang Philipina sendiri tidak pernah mengaku bahwa Keturunan Papuq Baloqnya ada di Lombok,,, (tentang Tamu asal Philipina) kalaupun ada bahasa mirip-mirip namun itu hanya sebutan saja, semoga Tamu Philipina yang datang itu bisa berbahasa sasak Kute, Bayan, (Meriaq – Meriku, sudangk, mbek laiz atau Sei mateq kancem…. Nggih … sanak lemaq Bahas Malik Ampure Agung Sanak Tyang Lalu JEN. “Thank you Very Much and see you next Komentar”.

  33. Terus terang tiang agak ‘telat, dan baru sekarang’ mengikuti ‘Penulisan/Pembahasan Asal-Usul Suku Sasak’ karye ‘Sanak tiang Lalu Muh.Jaelani’. Tiang ‘Salut & angkat topi’ atas ‘perhatian & minat Sanak’,… “lanjutkan terus penggalian asal-usul bangsa Sasak” nike,… sapa tahu berhasil tuntas kita mengetahui sejarah asal-usul “kita Bangsa Sasak” nike ! Yang jelas “Tiang merasa Bangga & Bahagia sebagai orang yang terlahir dan berdarah Suku Sasak asli” walaupun sudah puluhan tahun di ‘Dese-paer’ orang.

  34. ampure sanak tiang senamean, lamun pelinggih sami bebaos asal usul niniq maupun kumpiq, lamun yak serminan dari segi caren bebase lebih condrong ninik maupun kumpiq tiang pelinggih dari jawa ( makanya tiang setuju basen L.Shalihul umam le atas niki ), mungkin akan lebih bijak sanak aden adat peninggalan ken bumi sasak niki sareng2 pelihara. sampun niki hatur tiang, semalih ngelunsur ampure lan tampi asih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.