NTB Bung, bukan NTT!

Dari mana ? dari NTB ya?  saya kira kamu dari Lombok…

Lombok itu di mananya mataram ya?

kamu orang NTB, kok tidak item, keriting?

[Sasak.Org] Sampai saat ini, masih saja kita temukan kekacauan dan tertukarnya penamaan NTB dengan NTT atau munculnya NTB (hanya) sebagai ekor dari BALI. Malah saya sering sekali mendengar orang memplesetkan NTB menjadi Nasib Tergantung Bali. Mohon maaf sebelumnya, tulisan ini tidak bermaksud apa apa, hanya sekedar ingin menempatkan Posisi NTB apa adanya, sesuai dengan yang memang seharusnya.

Kekacauan ini, kalau boleh saya menyebutnya demikian, tak lepas dari perjalanan tiga propinsi di NUSA kecil ini. Sebelum terbentuknya Propinsi Bali, NTB dan NTT, memang dahulu ketiga propinsi ini adalah satu, yakni Propinsi Nusa Tenggara.  Namun setelah keluarnya UU 64 TAHUN 1958 (64/1958) tetang PEMBENTUKAN DAERAH-DAERAH TINGKAT I BALI, NUSA TENGGARA BARAT DAN NUSA TENGGARA TIMUR, maka Propinsi Nusa Tenggara sudah tidak ada, dan Nusa Tenggara Barat atau yang  disingkat NTB atau di inggriskan menjadi West Nusa Tenggara adalah salah satu dari 3 propinsi baru itu, yang berbeda dari BALI maupun NTT.

Mari kita lihat salah satu bentuk kesalahan yang masih sering terjadi.  Sebuah Media Nasional, bahkan merupakan salah satu media terbesar di tanah air ini masih saja melakukan kecerobohan dengan menuliskan NTB sebagai Nusa Tenggara Timur. Kesalahan seperti ini, bisa kita temukan di berbagai media nasional, tidak hanya di MEDIA INDONESIA yang dijadikan contoh  berikut.

NTB = Nusa Tenggara Barat

Seharusnya, sejak  tanggal 14 Agustus 1958, sejak dikeluarkannya UU 64/1958 yang ditanda tangani oleh Presiden SOEKARNO, Menteri Kehakiman G.A. MAENGKOM dan Menteri Dalam Negeri SANUSI HARDJADINATA, kekeliruan ini semacam ini tidak perlu terjadi. Karena ini menyangkut identitas sebuah wilayah, identitas rakyat Bumi Gora. Atau jangan jangan semua ini adalah kesalahan kita, yang lemah dan selalu “merasa wajar” terpinggirkan dalam percaturan kehidupan bernegara. Lantas siapakah yang harus meluruskan? PEMDA atau kita?.

Ah .. apalah arti sebuah nama, jika yang punya saja tidak peduli.