Memenangkan Kompetisi

Memenangkan Kompetisi*

Untuk memenangkan kompetisi, sepertinya kita perlu memahami pola pergeseran paradigma di jaman now.. Bukan yang besar yang akan selalu menang. Bukan yang paling kaya yang akan selalu menang. Selalu ada peluang bagi si kecil dan si miskin untuk menyeruak menjadi pemenang. Siapa yang akan menang?

  1. Siapa yang cepat dia yang akan menang. Kecepatan sangat penting dalam memenangkan kompetisi. Menunggu sebuah produk untuk sempurna, hanya akan memberi jalan bagi produk setengah jadi yang lebih dulu keluar menantang para pesaingnya.
  2. ‎Yang menang adalah yang paling lama bertahan, lompatan besar dan capaian luar biasa akan membawa perubahan jika iya bisa bertahan lama. 
  3. Yang menang, adalah mereka yang percaya bahwa kesempurnaan ada di ‘and’ bukan ‘or’.
  4. ‎Yang menang adalah mereka yang memiliki kekuatan jejaring. Jejaring berperan lebih dahsyat dari pada diri sendiri. 
  5. Yang menang adalah mereka yang paling kreatif, inovatif dan bisa bersinergi. Kini bukan jamannya lagi efisiensi dan produktif

Mari bergandengan memupuk kohesivitas, bersinergi dan bekerjasama dalam kesaling-percayaan.

*)disarikan dari gagasan besar Prof Nuh. Mohon maaf jika ada yg salah🙏

#LMJ2019

Cara Pengukuran Total Suspended Sedimen dari Sampel Air

Pendahuluan

TSS adalah Zat-zat padat yang berada tersuspensi dalam air (diameter > 1 μm). Materi yang tersuspensi adalah materi yang mempunyai ukuran lebih besar daripada molekul/ion terlarut. Terdiri dari lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad renik. Penyebab TSS di perairan yang utama adalah kikisan tanah atau erosi tanah yang terbawa ke badan air. Dalam konsentrasi tinggi akan menghambat penetrasi cahaya ke dalam air dan mengakibatkan terganggunya proses fotosintesis. TSS berbanding lurus thd turbidity (kekeruhan) dan berbanding terbalik terhadap transparancy (kejernihan).

Estimasi TSS dari Data Satelit PJ tergantung pada dua hal:

  • Akurasi Algoritma Koreksi Atmosfer
  • Akurasi Algoritma Model

Satuan

  • g/m3 (SI)
  • mg/L (SNI 06-6989.3-2004)

Cara Pengambilan Sampel Air

Pengambilan sampel air dilakukan pada rentang 3 jam sebelum dan sesudah jadwal perekaman oleh satelit. Air dimasukkan ke dalam botol yang dilindungi pelindung berwarna hitam (misal dari kertas karbon, agar chl-a tidak berfotosintesis). Kemudian botol dimasukkan ke kotak berisi es.

Cara Pengukuran TSS dari Sampel Air

Adapun prosedur dalam melakukan ekstraksi data Total Suspended Solid (TSS) adalah sebagai berikut.

  1. Lakukan penyaringan dengan peralatan vakum. Dan basahi saringan dengan sedikit air suling.
  2. Aduk contoh uji dengan pengaduk magnetic untuk memperoleh contoh uji yang lebih homogen.
  3. Pipet contoh uji dengan volume tertentu. Langkah ini dilakukan pada saat contoh diaduk dengan pengaduk magnetic.
  4. Cuci kertas saring ata saringan 3 (tiga) kali dengan 10 mL air suling. Biarkan kering sempurna dan lanjutkan penyaringan dengan vakum selama 3 (tiga) menit agar dapat memperoleh penyaringan yang sempurna. Diperlukan pencucian tambahan untuk contoh uji dengan pada terlarut yang tinggi.
  5. Pindahkan kertas saring dengan hati-hati dari peralatan penyaring dan pindahkan ke wadah timbang aluminium sebagai penyangga. Jika menggunakan cawan Gooch, maka pindahkan cawan dari rangkaian alatnya.
  6. Keringkan dalam oven dengan rentang waktu kurang lebih 1 jam pada suhu 103⁰ C sampai dengan 105⁰
  7. Dinginkan dalam desikator untuk menyeimbangkan suhu. Timbanglah setelah langkah ini selesai dilakukan.
  8. Ulangi tahapan 6 dan 7 sampai diperoleh berat konstan atau sampai perubahan berat lebih kecil dari 4% dari berat timbang sebelumnya (lebih kecil dari 0,5 mg).

CATATAN 1  Jika filtrasi sempurna membutuhkan waktu lebih dari 10 menit, maka perbesar diameter kertas saring atau kurangi volume contoh uji.

CATATAN 2  Ukur volume contoh uji yang menghasilkan berat kering residu 2,5 mg sampai dengan 200 mg. jika volume yang disaring tidak memenuhi hasil minimum, maka perbesar volume contoh uji sampai 1000 mL.

Adapun rumus perhitungan TSS adalah sebagai berikut.

Dimana A merupakan berat kertas saringa ditambah dengan residu kering dalam satuan mg. Serta B merupakan berat kertas saring dalam satuan mg.

Cara Pengukuran Klorofil dari Sampel Air

Pendahuluan

Klorofil-a (Chl-a) adalah Pigmen hijau plankton yang digunakan dalam proses fotosintesis, semua fitoplankton mengandung klorofil-a yang beratnya kira-kira 1-2% dari berat kering alga.

Pigmen fotosintesis terdiri dari :

  • Klorofil: Chl-a, Chl-b, Chl-c
  • karoten
  • xantofil

Peta Sebaran Chl-a

Chl-a merupakan pigmen yang paling umum terdapat pada fitoplankton sehingga kelimpahan fitoplankton dapat dilihat melalui pengukuran konsentrasi klorofil- a di perairan. Chl-a adalah indikator tinggi rendahnya kelimpahan fitoplankton atau tingkat kesuburan suatu perairan. Sebaran sangat terkait dengan kondisi oseanografis suatu perairan.

Parameter fisika kimia yang mengontrol dan mempengaruhi sebaran Chl-a

  • intensitas cahaya
  • nutrien (terutama nitrat, fosfat, dan silikat)

Di Laut, sebaran Chl-a lebih tinggi konsentrasinya pada perairan pantai dan pesisir, serta rendah di perairan lepas pantai. Chl-a menyerap sinyal pada kanal biru dan merah. Pantulan maksimum pada kanal hijau.

Estimasi Chl-a dari Data Satelit PJ tergantung pada dua hal:

  • Akurasi Algoritma Koreksi Atmosfer
  • Akurasi Algoritma Model

Satuan

  • mg/m3 (SI)
  • Micro-g/L (SNI 06-6989.3-2004)

Cara Pengambilan Sampel Air

Pengambilan sampel air dilakukan pada rentang 3 jam sebelum dan sesudah jadwal perekaman oleh satelit. Air dimasukkan ke dalam botol yang dilindungi pelindung berwarna hitam (misal dari kertas karbon, agar chl-a tidak berfotosintesis). Kemudian botol dimasukkan ke kotak berisi es.

Cara Pengukuran Klorofil-a

  1. Ambil sejumlah sampel (100 mL), dipekatkan dengan centrifuse atau penyaringan segera setelah pengumpulan sampel. (sampel bisa diawetkan diberi es atau suhu C, proteksi dari sinar). Gunakan botol gelap. Sampel jika difilter bisa disimpan dalam filter dan ditempatkan dalam kantong airtight plastik, dan disimpan sampai 3 minggu. Gunakan glassware dan kuvet bebas asam.
  2. Tempatkan sampel dalam grinder jaringan, dituangi dengan 2-3 mL 90% aceton (air), campurkan 90 bag aceton (BP C) dengan 10 bagian larutan jenuh magnesium karbonat. Dan macerate pada 500 rpm selama 1 menit.
  3. Pindah sampel pada tabung sentrifuse, bilas grinder dengan beberapa mililiter 90% aseton. Tepatkan volume menjadi 10 mL dengan 90% aseton.
  4. Sentrifuse selama 20 menit 500 g (rpm). Ambil ekstrak yang jernih.
  5. Transfer 3 mL hasil ekstrak pada kuvet 1 cm dan baca densitas optik (OD) pada 750 dan 664 nm.
  6. Asamkan dengan menambah 0,1 mL HCl 0,1 N. Aduk dengan perlahan-lahan dan baca pada 750 dan 665 nm setelah 90 detik pengasaman.
  7. Perlu diperhatikan nilai OD pada 664 harus 0,1 sampai 1.

Jika dengan standar.

  1. Buat sederetan larutan standar klorofil a. Pelarut 90% aseton
  2. Ukur pada panjang gelombang optimum (antara 750-664)
  3. Sampel dekstrak dengan 90% aseton (sama dengan di atas)
  4. Ukur pada panjang gelombang optimum

Kalibrasi chlorofil A: dengan panjang gelombang optimum 645-646

Konsentrasi (ppm) Absorbansi
5 0,024
10 0,043
15 0,06
20 0,081

Konsentrasi (microgram/L)= Volume aceton/ volume sampel x konsentrasi yang terbaca

ITS Gelar Uji Sertifikasi Bidang Informasi Geospasial

ITS ingin andil dalam penyiapan SDM bidang Informasi Geospasial bersertifikat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka program ujian sertifikasi tenaga profesional bidang informasi geospasial. Program ini sebagai salah satu wujud komitmen ITS untuk menjalankan amanat Undang-Undang No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG).

“Khususnya terkait dengan upaya untuk menjamin ketersediaan tenaga profesional dan akses terhadap informasi geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Kepala PSKBPI-LPPM-ITS Lalu Muhamad Jaelani dalam pesan singkatnya, Jumat (6/4).

Jaelani menjelaskan, unit ini merupakan unit usaha ITS yang fokus dalam penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi. Karena itu, bagi siapa saja yang berminat ingin mengikuti ujian sertifikasi profesional di bidang ini, dipersilahkan mendatangi unit tersebut.

Jaelani menambahkan, ITS ingin turut andil dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang IG yang bersertifikat dan berlisensi. Penyiapan SDM dengan standar global ini tidak hanya dimaksudkan agar produk-produk Informasi Geospasial yang dihasilkan di Indonesia memiliki kualitas tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan, juga agar Indonesia bisa bersaing di kancah global.

Jaelani juga menjelaskan, secara umum, proses sertifikasi dimulai dengan asesmen mandiri, ujian praktek, ujian lisan (wawancara) dan diskusi akhir antara assesor dan setiap asesi. “Biasanya, satu hari sebelumnya, semua asesi mendapatkan penjelasan proses sertifikasi yang diadakan,” ujar Jaelani.

Program ujian sertifikasi tenaga profesional bidang geospasial ini dilaksanakan oleh TUK IG ITS bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Tenaga Profesional-Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (LSTP-MAPIN). Sehingga, sertifikat yang dikeluarkan tidak hanya berlaku di Indonesia saja, tapi juga berlaku secara internasional.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/18/04/06/p6rabv423-its-gelar-uji-sertifikasi-bidang-informasi-geospasial

Santri dan AliDien

Saya sudah lama sekali memasang niat, ketika waktunya tiba kelak dan secara ekonomi saya memiliki kemampuan untuk memilih, saya akan beralih ke produk dan layanan jasa milik teman sendiri.

Hari Selasa (3/4), saya memberanikan diri untuk berpindah ke satu produk baru (Aqua, Aquase dan Club ke Air Minum Santri), dan satu marketplace baru AliDien.

Membeli 3 Galon Air santri dan 2 dua gelas santri melalui AliDien. Ribet iya? Biasanya jika perlu air galon, istri tinggal SMS layanan antar lokal. Biasanya jika perlu belanja online, saya juga tinggal ke belanjaqu.co.id (paytren group) atau sejenisnya.

Jasa pengiriman barang dari AliDien sudah bagus, ada layanan same day service dan free ongkir untuk pembelian dengan harga tertentu. Walau, kecepatan antar masih perlu ditingkatkan. Selain itu ketersediaan barang masih banyak yang harus ditambah.

“Mbak, kok beli air santri jauh sekali?”, Tanya kurir airnya ke istri. Betul juga, untuk beli air saja harus dikirim dari Wonokromo dan menunggu lebih dari 8 jam. Tidak masalah, yang penting senang dan lebih puas bisa belanja dari teman sendiri. Semoga AliDien bisa tambah maju dengan armada kurir lokalnya, santri juga lebih maju dan bisa bersaing dengan perusahaan AMDK raksasa.