Cara Pengukuran Klorofil dari Sampel Air

Posted on: 11 Apr, 2018, by :

Pendahuluan

Klorofil-a (Chl-a) adalah Pigmen hijau plankton yang digunakan dalam proses fotosintesis, semua fitoplankton mengandung klorofil-a yang beratnya kira-kira 1-2% dari berat kering alga.

Pigmen fotosintesis terdiri dari :

  • Klorofil: Chl-a, Chl-b, Chl-c
  • karoten
  • xantofil
Peta Sebaran Chl-a

Chl-a merupakan pigmen yang paling umum terdapat pada fitoplankton sehingga kelimpahan fitoplankton dapat dilihat melalui pengukuran konsentrasi klorofil- a di perairan. Chl-a adalah indikator tinggi rendahnya kelimpahan fitoplankton atau tingkat kesuburan suatu perairan. Sebaran sangat terkait dengan kondisi oseanografis suatu perairan.

Parameter fisika kimia yang mengontrol dan mempengaruhi sebaran Chl-a

  • intensitas cahaya
  • nutrien (terutama nitrat, fosfat, dan silikat)

Di Laut, sebaran Chl-a lebih tinggi konsentrasinya pada perairan pantai dan pesisir, serta rendah di perairan lepas pantai. Chl-a menyerap sinyal pada kanal biru dan merah. Pantulan maksimum pada kanal hijau.

Estimasi Chl-a dari Data Satelit PJ tergantung pada dua hal:

  • Akurasi Algoritma Koreksi Atmosfer
  • Akurasi Algoritma Model

Satuan

  • mg/m3 (SI)
  • Micro-g/L (SNI 06-6989.3-2004)

Cara Pengambilan Sampel Air

Pengambilan sampel air dilakukan pada rentang 3 jam sebelum dan sesudah jadwal perekaman oleh satelit. Air dimasukkan ke dalam botol yang dilindungi pelindung berwarna hitam (misal dari kertas karbon, agar chl-a tidak berfotosintesis). Kemudian botol dimasukkan ke kotak berisi es.

Cara Pengukuran Klorofil-a

  1. Ambil sejumlah sampel (100 mL), dipekatkan dengan centrifuse atau penyaringan segera setelah pengumpulan sampel. (sampel bisa diawetkan diberi es atau suhu C, proteksi dari sinar). Gunakan botol gelap. Sampel jika difilter bisa disimpan dalam filter dan ditempatkan dalam kantong airtight plastik, dan disimpan sampai 3 minggu. Gunakan glassware dan kuvet bebas asam.
  2. Tempatkan sampel dalam grinder jaringan, dituangi dengan 2-3 mL 90% aceton (air), campurkan 90 bag aceton (BP C) dengan 10 bagian larutan jenuh magnesium karbonat. Dan macerate pada 500 rpm selama 1 menit.
  3. Pindah sampel pada tabung sentrifuse, bilas grinder dengan beberapa mililiter 90% aseton. Tepatkan volume menjadi 10 mL dengan 90% aseton.
  4. Sentrifuse selama 20 menit 500 g (rpm). Ambil ekstrak yang jernih.
  5. Transfer 3 mL hasil ekstrak pada kuvet 1 cm dan baca densitas optik (OD) pada 750 dan 664 nm.
  6. Asamkan dengan menambah 0,1 mL HCl 0,1 N. Aduk dengan perlahan-lahan dan baca pada 750 dan 665 nm setelah 90 detik pengasaman.
  7. Perlu diperhatikan nilai OD pada 664 harus 0,1 sampai 1.

Jika dengan standar.

  1. Buat sederetan larutan standar klorofil a. Pelarut 90% aseton
  2. Ukur pada panjang gelombang optimum (antara 750-664)
  3. Sampel dekstrak dengan 90% aseton (sama dengan di atas)
  4. Ukur pada panjang gelombang optimum

Kalibrasi chlorofil A: dengan panjang gelombang optimum 645-646

Konsentrasi (ppm) Absorbansi
5 0,024
10 0,043
15 0,06
20 0,081

Konsentrasi (microgram/L)= Volume aceton/ volume sampel x konsentrasi yang terbaca

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: