Belajar di Padepokan Ashridge (1)

Posted on: 17 Feb, 2017, by :
Spread the love

Sudah cukup lama, saya tidak berhasil menulis catatan perjalanan ini. Jujur saja perjalanan ini selain adalah perjalanan terjauh yang pernah saya tempuh sampai saat ini, ia juga menjadi perjalanan penuh kesan, serba mendadak dan tanpa persiapan. Walau sudah lebih dari enam bulan (16-31 Juli 2016), catatan perjalanan versi 1 dari perjalanan yang disponsori oleh Rolls-Royce ini, baru bisa saya tulis dalam pesawat menuju Surabaya-Jakarta-Aceh, pada tanggal 4 Januari 2017 lalu, dan baru bisa saya posting di sini, hari ini 17 Februari 2017. Hehe, super delay. Karena panjang, akan saya tulis berseri.

Seri 1: Persiapan Perjalanan

Pada bulan Juni 2016, saya menerima tugas mendadak untuk mengikuti pelatihan international learning experience (ILE) 2016 yang diselenggarakan di London, UK dengan sponsor utama dari produsen mesin pesawat berbadan lebar Rolls-Royce. Tahap persiapan perjalanan terasa sangat berat, dikarenakan waktu yang mepet dan suasana akhir ramadhan. Pengurusan paspor (karena paspor lama yg telah mati) awalnya jadi masalah, tapi bisa selesai dalam waktu dua hari. Setelah urusan paspor selesai, tantangan berikutnya adalah Pengurusan visa Inggris. Di waktu normal, visa bisa diurus di Surabaya, namun karena menjelang lebaran layanan di Surabaya tutup sehingga mau tidak mau pengurusan dilakukan di Jakarta, itupun harus ikut paket prioritas agar visa bisa segera selesai. Kabarnya paspor harus dikirim ke Manila dulu untuk dicap di sana.

Semua urusan pengurusan VISA dibantu oleh banyak pihak, diantaranya british council dan Rolls Royce Jakarta (Mbak Femmy, Mbak Ingge, Mbak Grenti dan yang pasti oleh Pak Dian yang sangat baik). Penyiapan dokumen visa, saya lakukan sambil membimbing 9 orang mahasiswa S1 yang sedang deadline mengerjakan Tugas Akhir dan 8 orang mahasiswa S2 yang juga kena deadline menyelesaikan Tesis dan Artikel untuk International Conference. Alhamdulillah, semua proses bisa dilalui, termasuk pembayaran biaya visa lewat paypal (karena tidak ada credit card). Paypal pun dibantu oleh Mas Zia pada tanggal 30 Juni 2016 dengan memberi akses ke akun paypal nya untuk saya gunakan.

Sebelum berangkat ke Jakarta, jauh jauh hari saya telah membeli tiket mudik lebaran Surabaya-Lombok pp untuk 3 orang (anak istri), namun karena ada urusan visa ini, hanya anak dan istri yg terbang ke Lombok, sementara saya langsung ke Jakarta. Saya antar keluarga ke terminal dua, kemudian lari naik taxi pindah ke terminal 1 untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Ketika menunggu boarding ke Jakarta, saya pesan tiket Jakarta Lombok, jaga-jaga jika Jakarta Surabaya tidak dapat tiket. Urusan visa di VAC Kuningan Mall selesai jam 15.30, karena harus ke Surabaya dulu gara-gara istri menelepon jika HP tertinggal di rumah dalam kondisi dicharge (saya sangat khawatir akan overcharged dan terjadi kebakaran, mengingat rumah akan saya tinggal lebih dari seminggu), sempat cari cari tiket ke Surabaya (dengan dibantu banyak orang tentunya), tapi semua maskapai fullbooked dan tiket baru tersedia lusa.

Kuningan City Mall, 2nd Floor, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18 – Setiabudi, Kuningan, Jakarta – 12940, Indonesia

Karena tidak ada tiket Jakarta-Surabaya, akhirnya saya putuskan langsung ke Lombok. Sementara kekhawatiran saya pada kondisi rumah, bisa selesai dengan menelepon tetangga agar mematikan listrik rumah saya lewat kWh meter yang ada di luar.  Yang menarik, keluar lokasi pengurusan visa, kemacetan parah di luar sana, taxi dan Go-Jek tidak mau menerima penumpang. Saya putuskan jalan kaki saja ke Halim Perdanakusuma. Di jalan bertemu dengan ojek pangkalan, walau awalnya menolak untuk jalan, akhirnya bang ojek mau juga, dengan catatan keterlambatan ditanggung penumpang. Belum sampai bandara, kemacetan makin parah, dan karena menara bandara sudah terlihat, akhirnya saya memutuskan untuk turun dan jalan kaki.

Waktu menjelang magrib, saatnya menunggu berbuka puasa sambil berdiri di tengah antrian mengular sampai luar bandara. Alhamdulillah bisa masuk boarding room, walau ternyata batik air kena delay. Hehe. Akhirnya bisa sampai juga ke Lombok dan masuk rumah menjelang jam 24.00, langsung sahur.

Pagi hari, di hari lebaran (6 Juli 2016), ada berita gembira masuk ke email, visa sudah selesai dan dapat diambil di kantor. Ujian pertama selesai. Alhamdulillah.

Lanjut ke seri 2 (mohon ditunggu)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: