Fit for purpose land administration di Indonesia- liputan media

Posted on: 21 Nov, 2016, by :
Spread the love

Pada saat Rapat Terbatas mengeni Reforma Agraria di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 24 Agustus 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan target kepada Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil agar pada tahun depan (2017) minimal bisa menyelesaikan 5 juta sertifikat, tahun 2018 minimal 7 juta dan tahun 2019 minimal 9 juta tanah masyarakat sudah harus berseritifikat.

Pada 31 Agustus 2016. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menantang Perguruan Tinggi menyiapkan 10.000 juru ukur untuk menjadi Surveyor Berlisensi guna menyelesaikan sertifikasi 55 juta bidang tanah hingga 2025.  Sementara itu, berdasarkan informasi dari presiden ISI Ir.Virgo Eresta Jaya, M.Eng., satu tahun BPN hanya sanggup menyelesaikan 1 juta sertifikat.

Untuk itu, berbagai pihak terkait, dalam hal ini, ikatan surveyor Indonesia dan perguruan tingg penyelenggara program studi teknik geomatika di seluruh Indonesia berjuang keras guna mencari terobosan agar target yg diberikan pemerintah di atas, bisa terlaksana dengan cepat dan bertanggungjawab. Pemetaan seluruh persil desa demi desa dengan pendekatan sistematik harus dilakukan untuk menjawab percepatan sertifikasi dengan tetap memperhatikan aspek akurasi spasial dan kepastian hukum.

Salah satu terobosan yg sedang dilakukan adalah melalui implementasi Fit For Purpose land administration. Fit For Purpose land administration (administrasi pertanahan tepat guna) adalah pendekatan administrasi pertanahan dengan penerapan metodologi spasial, hukum, dan kelembagaan untuk memberikan jaminan kepemilikan untuk semua. Pendekatan ini telah diakui dan didukung oleh FIG (international federation of surveyors) dan Bank Dunia. Implementasi metode ini diawali dengan penyelenggaraan workshop pada 14-15 Nopember dan seminar internasional yg  diadakan 15 Nopember dengan menghadirkan prof stig enemark (penggagas fit for Purpose yg telah diimplementasikan di beberapa negara di dunia). Terimakasih untuk Ikatan Surveyor Indonesi Komwil Jatim, Teknik Geomatika ITS, Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim/ PPIDS- ITS, para sponsor dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini.

Berikut adalah beberapa berita hasil liputan media terkait dengan acara ini.

1. SOLUSI PENGURUSAN SERTIFIKASI TANAH

ffp_big_buintanPermasalahan sengketa tanah masih banyak ditemui di Indonesia. Hal ini disinyalir karena buruknya metode pemetaan yang digunakan. Oleh karena itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerjasama dengan Ikatan Surveyor Indonesia mengadakan workshop, Senin (14/11). Kegiatan yang digelar di Gedung Rektorat ITS ini diikuti oleh perwakilan kabupaten di Indonesia.

https://www.its.ac.id/berita/100999/en

2. PARA PEMERHATI DISKUSIKAN ADMINISTRASI PERTANAHAN DI ITS

ffp_bigSebagai upaya mencari solusi mengatasi permasalahan sertifikasi tanah di Indonesia, Jurusan Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar workshop, Senin (14/11). Bertajuk Implementasi Fit for Purpose Land Administration di Indonesia, workshop ini menjadi ajang diskusi bagi pemerhati administrasi pertanahan dari berbagai multidisplin ilmu.

https://www.its.ac.id/berita/101001/en

3. ITS TERLIBAT PROGRAM LIMA JUTA SERTIFIKASI TANAH

ffp_big2

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ikut dilibatkan dalam program pemerintah terkait dengan target realisasi lima juta sertifikat tanah yang dicanangkan pada tahun 2017. Keterlibatan ITS dalam program ini terkait dengan upaya penyiapan sumber daya manusia (SDM) bidang pemetaan dan teknologi, yang menjadi bagian terpenting dalam proses pengukuran dan pembuatan sertifikat.

https://www.its.ac.id/berita/101003/en

4. ITS DUKUNG PEMERINTAH PERCEPAT SERTIFIKASI TANAH

ffp_pakjoni

Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) bekerja sama Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar seminar pertanahan di Gedung Robotika ITS, Selasa (15/11). Gelaran tersebut hadir untuk mendukung percepatan sertifikasi tanah di Indonesia.

https://www.its.ac.id/berita/101010/en

5. KONSEP FFP, TEROBOSAN BARU ADMINISTRASI PERTANAHAN

ffp_enemarkIkatan Surveyor Indonesia (ISI) dan ITS bekerja sama menggelar Seminar bertema Implementasi Fit for Purpose Land Administration di Indonesia di Gedung Robotika ITS, Selasa (16/11). Seminar ini membahas konsep Fit For Purpose (FFP) yang diprediksi menjadi terobosan baru dalam mengukur tanah untuk menghasilkan sertifikasi tanah di Indonesia.

https://www.its.ac.id/berita/101015/en

6. ITS DAN ISI KERJASAMA LAHIRKAN SURVEYOR HANDAL

ffp_pakvirgo

Para surveyor muda Indonesia harus bisa ikut bagian dalam mendukung percepatan sertifikasi tanah di Indonesia. Pasalnya beberapa tahun ke depan Indonesia akan membutuhkan juru ukur tanah yang cukup banyak. Terutama untuk mendukung program pemerintah dalam melakukan 100 juta tanah tersertifikasi tahun 2025 mendatang. Begitulah yang dikatakan oleh Virgo Eresta Jaya, Ketua Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) dalam Seminar Pertanahan di Gedung Robotika ITS, Selasa (15/11).

https://www.its.ac.id/berita/101014/en

7. TIGA UNSUR UTAMA METODE SERTIFIKASI TANAH

ffp_talkshow

Di Indonesia, tercatat banyak kasus perihal administrasi lahan dan pemetaan tanah yang kurang baik manajemennya. Satu petak tanah saja bisa dimiliki dua orang atau lebih. Bahkan akibat manajemen yang kurang itu, sebuah progres pembangunan bisa terbengkalai. Melihat hal itu, Professor dari Aalborg University, Denmark mencoba memberikan solusi metode Fit For Purpose (FFP) dalam seminar bertajuk Implementasi Fit For Purpose Land Administration di Indonesia, Selasa (15/11).

https://www.its.ac.id/berita/101012/en

8. ITS Surabaya mendukung percepatan sertifikat tanah di Indonesia

ffp_enemark_lensaindonesiaTiga kota di Indonesia, yaitu Surabaya, Batam dan Jakarta akan memulai percepatan sertifikasi tanah yang tuntas 2017 mendatang. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menegaskan mendukung program tersebut sebagai bagian dari Sustainable Development Goals (SDG’s) dan program pemerintah yang menargetkan 100 persen tanah di Indonesia sudah tersertifikat pada tahun 2025.

http://www.lensaindonesia.com/2016/11/15/its-surabaya-mendukung-percepatan-sertifikat-tanah-di-indonesia.html

9. ITS Dukung Percepatan Sertifikat Tanah di Indonesia

ffp_pakjoni_antaraIkatan Surveyor Indonesia (ISI) bekerja sama dengan Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar seminar di Gedung Robotika ITS, Selasa, guna mendukung percepatan sertifikat tanah di Indonesia.

http://jatim.antaranews.com/lihat/berita/187439/its-dukung-percepatan-sertifikat-tanah-di-indonesia?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news

10. Dukung Percepatan Pendataan Sertifikat Tanah

ffp_pakbudiBadan Pertanahan Nasional (BPN) menargetkan seluruh tanah di Indonesia sudah tersertikasi pada 2025. Untuk mendukung percepatan pendataan ini, Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) menjalin kerja sama dengan Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Mereka menggelar seminar seminar bertajuk Implementasi Fit for Purpose Land Administration di Indonesia, di Gedung Robotika ITS, Selasa (15/11/2016).

http://beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/282436/dukung_percepatan_pendataan_sertifikat_tanah.html

11. ITS ikut berperan Dalam Program lima Juta Sertifikat Tanah

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ikut berperan dalam program pemerintah terkait dengan target realisasi 5 juta sertifikat tanah yang dicanangkan pada tahun 2017. Keterlibatan ITS dalam program ini terkait dengan upaya penyiapan sumber daya manusia (SDM) bidang pemetaan dan teknologi, yang menjadi bagian terpenting dalam proses pengukuran dan pembuatan sertifikat.

http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/its-ikut-berperan-dalam-program-lima-juta-sertifikat-tanah

12. ITS Dukung Percepatan Sertifikat Tanah di Indonesia

Ikatan Surveyor Indonesia bekerjasama dengan Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar seminar bertajuk “Implementasi Fit for Purpose Land Administration di Indonesia”.  Berlangsung di Gedung Robotika ITS, Selasa (15/11) lalu, seminar ini guna mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) dan program pemerintah yang menargetkan 100 persen tanah di Indonesia sudah tersertifikat pada tahun 2025.

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/16/11/17/ogrzy2280-its-dukung-percepatan-sertifikat-tanah-di-indonesia

13. Pemerintah Targetkan Lima Juta Sertifikat Tanah di 2017

Program pemerintah Sustainable Development (SDg’s) yang menargetkan 100 persen tanah di Indonesia sudah bersertifikat pada tahun 2025 mendapat dukungan dari banyak kalangan, hal ini yang membuat Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) bekerjasama dengan Dapartemen Teknik Robotika Institut Tekhnologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menggelar seminar di Gedung Robotika ITS, Selasa (15/110 kemarin, yang bertemakan Implementasi Fit For Purpose Land Administration di Indonesia dengan mendatangkan President Federation Internationale de Geometers juga penemu Fit For PurposeLand Administration, Prof. Stig Enemark.

http://surabayaonline.co/2016/11/16/ pemerintah-targetkan-lima-juta-sertifikat-tanah-di-2017/

14. Surveyor Tanah Masih Minim

Problem klasik pembuatan sertifikat tanah masih terjadi. Keluhan itu, antara lain, proses yang panjang, biaya yang mahal, dan tenaga pengukuran yang terbatas. Akibatnya, hingga kini, belum semua lahan di Indonesia bersertifikat. Misalnya, di Surabaya. Jumlah lahan di empat kecamatan Surabaya Timur, yaitu Rungkut, Sukolilo, Tambaksari, dan Gununganyar, mencapai 73.519 bidang. Namun, baru 44.346 bidang yang bersertifikat. Artinya, masih ada 29.173 atau sekitar 40 persen yang belum terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN)

https://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20161116/282544427887100

Leave a Reply

%d bloggers like this: