Tak ada kata menyerah

Posted on: 6 Sep, 2008, by :
Spread the love

Tak ada kata menyerah, untukku yang telah menceburkan diri dalam kedalaman samudra
 
Hidup adalah perjuangan, demikianlah kata yang tepat untuk melukiskan apa yang kini kuhadapi, berawal dari harus berpisah 3.500 km dari keluarga di Lombok dan Banyuwangi, meninggalkan sanak keluarga, anak dan istri. Menghadapai hari hari pertama di negeri formosa, negeri yang tak pernah kubayangkan akan menjadi tanah asing pertama tempatku bernaung, mangasah diri dan mempertajam cita, adalah masa masa sulit yang harus dihadapi dengan segala kesabaran dan perjuangan penuh. kesabaran untuk menghadapi hal hal baru yang jauh diluar bayangan, tingggal di dorm yang layak, ternyata meleset, aku harus tinggal di dorm dengan fasilitas terminim di kampus ini, jelek dan tak terawat. Belajar dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar-pun, meleset jauh, karena baru saja sang direktur menyampaikan dengan berat hati kalau perkuliahan harus diberikan dalam bahasa mandarin!, astaghfirullah, diriku tak bisa menyembunyikan keterkejutanku, ya dihadapan sang direktur.
 
Belum lagi masalah makanan, sangat sulit untuk menemukan makanan halal, sampai saat ini aku hanya menemukan satu tempat makan enak dan nyaman di negeri ini, Masjid Lungkang, satu satunya masjid di jhongli, berjarak 50 menit naik BUS dari NCU, masjid muslim taiwan yang selalu terbuka untuk semua muslim dari segala penjuru dunia. Muslim Taiwan sangat sedikit jumlahnya, kami sangat senang kedatangan anda disini, sering seringlah kesini, begitu kira kira sambutan hangat saudara muslim di sana. Makan di masjid, selain gratis (selama bulan puasa), juga enak dan bergizi, belum lagi setiap pulang tarawih, mereka memaksaku untuk membungkus sisa makanan, yah, mereka tahu juga keinginan terpendam dihati ini. alhamdulillah, dari makanan bungkus ini, aku bisa sahur enak.
 
Tak ada kata menyerah disini, bahkan menoleh kebelakangpun tidak boleh, karena masa depan kita di depan bukan dibelakang
Maju terus, be positive!


劉振昇
liú zhèn shēng
Lalu Muhamad Jaelani

2 thoughts on “Tak ada kata menyerah

Leave a Reply

%d bloggers like this: