pemetaan Sosial

Posted on: 19 Jul, 2007, by :

Terdapat beragam pemahaman mengenai pemetaan sosial(social mapping). Setidaknya terdapat dua pengertian mengenai pemetaan sosial: sebagai metode atau cara kerja dan sebagai produk. Sebagai metode, pemetaan sosial mencakup serangkaian cara dan proses untuk menggambarkan kondisi fisik, sosial, dan jaringan relasi masyarakat yang menjadi subyek kajian (antara lain, Bhattacharjee, 2001, Sari dan Paramitha,). Sebagai produk, pemetaan sosial merupakan hasil akhir dari suatu proses pemetaan yang berbentuk gambaran (paparan, uraian) atau peta (gambar atau visual) mengenai kondisi sosial masyarakat yang menjadi subyek kajian. Gambaran atau peta ini akan menunjukkan proporsi, komposisi, distribusi, dan relasi berbagai kategori yang ada dalam masyarakat termasuk struktur dan pranata sosial dalam suatu area kajian. Gambaran ini dipandang akan memberikan representasi yang menyeluruh tentang fenomena sosial dan budaya.

 

Pemahaman dan pemanfaatan pemetaan sosial, baik sebagai proses maupun sebagai produk, memungkinkan siapapun, termasuk peneliti, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, untuk melihat prospek ke depan berkaitan dengan informasi yang terkandung dalam peta atau gambaran ini. Informasi tersebut memungkinkan siapa pun kita mengantisipasi dan merancang berbagai program dan kegiatan terkait dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi, misalnya dalam program-program pengembangan masyarakat (community development) dan atau relasi masyarakat (community relation).

 

Untuk memperoleh pemahaman yang relatif menyeluruh tentang gambaran sosial yang diinginkan, pemetaan seharusnya dilakukan dalam suatu siklus/periode waktu tertentu, misalnya bila dianggap berpengaruh dalam kehidupan masyarakat maka setidaknya kajian perlu dilakukan dalam dua waktu yang berbeda: musim hujan dan kemarau.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: