AGAMA ADALAH NASIHAT

Home  >>  Islam  >>  AGAMA ADALAH NASIHAT

AGAMA ADALAH NASIHAT

29
Mar,2007

0

Hadist Arba’in An-Nawawi (Hadist Ke-7)

Matan :
Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari
radhiallahu ‘anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu
adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda :
Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi
seluruh kaum muslim” [Muslim no. 55]

Syarah dari Ibnu Daqiq Al-‘Ied :
Tamim Ad Daari hanya meriwayatkan hadits ini, kata nasihat merupakan
sebuah kata singkat penuh isi, maksudnya ialah segala hal yang baik.
Dalam bahasa arab tidak ada kata lain yang pengertiannya setara
dengan kata nasihat, sebagaimana disebutkan oleh para ulama bahasa
arab tentang kata Al Fallaah yang tidak memiliki padanan setara, yang
mencakup makna kebaikan dunia dan akhirat.

Kalimat, “Agama adalah Nasihat” maksudnya adalah sebagai tiang dan
penopang agama, sebagaimana sabda Rasulullah, “Haji adalah arafah”,
maksudnya wukuf di arafah adalah tiang dan bagian terpenting haji.
Tentang penafsiran kata nasihat dan berbagai cabangnya, Khathabi dan
ulama-ulama lain mengatakan :
1. Nasihat untuk Allah maksudnya beriman semata-mata kepada-Nya,
menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap sifat-sifat-
Nya, memberikan kepada Allah sifat-sifat sempurna dan segala
keagungan, mensucikan-Nya dari segala sifat kekurangan, menaati-Nya,
menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu
semata karena-Nya, berjihad menghadapi orang-orang kafir, mengakui
dan bersyukur atas segala nikmat-Nya, berlaku ikhlas dalam segala
urusan, mengajak melakukan segala kebaikan, menganjurkan orang
berbuat kebaikan, bersikap lemah lembut kepada sesama manusia.
Khathabi berkata : “Secara prinsip, sifat-sifat baik tersebut,
kebaikannya kembali kepada pelakunya sendiri, karena Allah tidak
memerlukan kebaikan dari siapapun”
2. Nasihat untuk kitab-Nya maksudnya beriman kepada firman-firman
Allah dan diturunkan-Nya firman-firman itu kepada Rasul-Nya, mengakui
bahwa itu semua tidak sama dengan perkataan manusia dan tidak pula
dapat dibandingkan dengan perkataan siapapun, kemudian menghormati
firman Allah, membacanya dengan sungguh-sungguh, melafazhkan dengan
baik dengan sikap rendah hati dalam membacanya, menjaganya dari
takwilan orang-orang yang menyimpang, membenarkan segala isinya,
mengikuti hokum-hukumnya, memahami berbagai macam ilmunya dan kalimat-
kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai pelajaran, merenungkan
segala keajaibannya, mengamalkan dan menerima apa adanya tentang ayat-
ayat mutasyabih, mengkaji ayat-ayat yang bersifat umum, dan mengajak
manusia pada hal-hal sebagaimana tersebut diatas dan menimani
Kitabullah
3. Nasihat untuk Rasul-Nya maksudnya membenarkan ajaran-ajarannya,
mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya,
membelanya semasa hidup maupun setelah wafat, melawan para musuhnya,
membela para pengikutnya, menghormati hak-haknya, memuliakannya,
menghidupkan sunnahnya, mengikuti seruannya, menyebarluaskan
tuntunannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak baik,
menyebarluaskan ilmunya dan memahami segala arti dari ilmu-ilmunya
dan mengajak manusia pada ajarannya, berlaku santun dalam
mengajarkannya, mengagungkannya dan berlaku baik ketika membaca
sunnah-sunnahnya, tidak membicarakan sesuatu yang tidak diketahui
sunnahnya, memuliakan para pengikut sunnahnya, meniru akhlak dan
kesopanannya, mencintai keluarganya, para sahabatnya, meninggalkan
orang yang melakukan perkara bid’ah dan orang yang tidak mengakui
salah satu sahabatnya dan lain sebagainya.
4. Nasihat untuk para pemimpin umat islam maksudnya menolong mereka
dalam kebenaran, menaati perintah mereka dan memperingatkan kesalahan
mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka jika mereka lupa,
memberitahu mereka apa yang menjadi hak kaum muslim, tidak melawan
mereka dengan senjata, mempersatukan hati umat untuk taat kepada
mereka (tidak untuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya), dan makmum
shalat dibelakang mereka, berjihad bersama mereka dan mendo’akan
mereka agar mereka mendapatkan kebaikan.
5. Nasihat untuk seluruh kaum muslim maksudnya memberikan bimbingan
kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi merela dalam
urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutup
aib dan cacat mereka, menghindarkan diri dari hal-hal yang
membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka
berbuat ma’ruf dan mencegah mereka berbuat kemungkaran dengan sikap
santun, ikhlas dan kasih sayang kepada mereka, memuliakan yang tua
dan menyayangi yang muda, memberikan nasihat yang baik kepada mereka,
menjauhi kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak
mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi hak miliknya sendiri,
tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana dia
sendiri tidak menyukainya, melindungi harta dan kehormatan mereka dan
sebagainya baik dengan ucapan maupun perbuatan serta menganjurkan
kepada mereka menerapkan perilaku-perilaku tersebut diatas. Wallahu
a’lam

Memberi nasihat merupakan fardu kifayah, jika telah ada yang
melaksanakannya, maka yang lain terlepas dari kewajiban ini. Hal ini
merupakan keharusan yang dikerjakan sesuai kemampuan. Nasihat dalam
bahasa arab artinya membersihkan atau memurnikan seperti pada kalimat
nashahtul `asala artinya saya membersihkan madu hingga tersisa yang
murni, namun ada juga yang mengatakan kata nasihat memiliki makna
lain. Wallahu a’lam

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: